by

BPKH Melaksanakan Disseminasi Strategi Pengelolaan Dan Pengawasan Dana Haji

Wartasulsel.Net || Makassar- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melaksanakan sosialisasi BPIH 1443 Disseminasi Strategi Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji sebanyak Rp 160 triliun, serta membahas beberapa hal mengenai posisi dana calon jamaah haji, peningkatan dana yang di capai walaupun masa pandemi, dan informasi penting tentang calon jamaah haji yang akan berangkat pada tahun 2022.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Dewan Pengawas BPKH Prof. Dr. Abdul Hamid Paddu, M.A., Anggota DPR-RI Komisi VIII Drs. Samsu Niang, M.Pd., Kepala Seksi Penyelenggara Haji & Umroh Kemenag Kota Makassar Dr.H.M. Arsyad Ambo Tuo, M.Ag. , Wakil Rektor Universitas Islam Makassar sekaligus Ketua MUI Sulawesi Selatan Dr. KH. Ruslan Wahab, MA, dan Sekretaris Umum Baitul Muslimin Provinsi Sulawesi Selatan Al Amin Samsu Niang di Ballroom Macora II hotel The Rinra Makassar, Kamis (14/4).

Prof. Dr. Abdul Hamid Paddu, M.A. mengatakan bahwa dana haji yang dikelola oleh pihaknya mencapai Rp 160 triliun pada awal Januari tahun 2022. Angka ini meningkat sekitar 10% jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp 144,91 triliun.

“Kami ingin menyampaikan kepada para stakeholder atau calon jemaah haji atau umat islam berkaitan posisi dana haji. Perhari ini, dikelola dengan aman sesuai peraturan UU dan hasilnya sesuai syariat tahun ke tahun itu bertambah hingga mencapai Rp 10 Triliun pada tahun 2021. Itulah yang mencukupkan orang-orang berangkat haji Sekarang ini kan Rp 80 Juta, padahal jemaah membayar Rp 39 juta, itupun Rp 4 juta nya ditambah lagi dari dana BPKH dari dana sebelumnya Rp 35 juta. Inilah yang meyakinkan kepada masyarakat bahwa mereka bisa mendaftar haji dengan baik sambil menunggu dengan tenang persiapkan hati dan diri untuk berangkat haji. Insyallah dana yang dikelola oleh BPKH dalam hal ini atas nama pemerintah akan diusahakan semaksimal mungkin, dan sudah terbukti selam 5 tahun terakhir kami berhasil memberikan pertumbuhan yang sangat baik,” kata Abdul Hamid Paddu.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Abdul Hamid Paddu, M.A. beliau mengungkapkan biaya haji yang akan di bayar oleh calon jemaah haji pertahun 2022 sebanyak kurang lebih Rp 39 juta yang ditanggung oleh calon jemaah haji dari total keseluruhan per kepala ialah sebanyak Rp 82 juta. Dan biaya Rp 39 juta tersebut dikatakan naik dibandingkan tahun 2021 yang hanya Rp 35 juta per kepala. Ini terjadi karena sudah ada nya pajak yang ditetapkan oleh Raja Arab Saudi, juga sudah include makan 3 kali sehari selama 41 hari haji. Yang sebelumnya hanya 2 kali makan yang ditanggung.

Adapun saat ini hanya ada 2 negara yang siap ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji, yaitu Indonesia dan Malaysia. Tetapi belum ada kepastian untuk berapa kuota haji untuk negara Indonesia, meskipun sudah ada informasi bahwa terdapat kuota 1 juta yang disediakan untuk negara Indonesia pungkasnya.

(Opi)