by

Kaliber  COMMUNITY “Bersama Dalam Kesejahteraan ” Serta Melayani Dengan Kasih

Wartasulsel. net|| Makassar – Organisasi merupakan kumpulan orang-orang yang bekerja secara bersama-sama dengan mengunakan sumber daya tertentu untuk berusaha mencapai tujuannya.Dengan kata lain bahwa organisasi itu terdiri dari orang-orang yang bekerja dalam suatu sistem pencarian tujuan.

Dalam mencapai tujuan tersebut maka para anggta-anggotanya akan selalu berinteraksi dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut. Dalam interaksi maka karakteristik tiap individu akan membaur dalam organisasi tersebut sehingga akan menjadi sebuah karakteristik organisasi, Selasa (22/3).

Manusia adalah salah satu dimensi penting dalam organisasi. Kinerja organisasi sangat tergantung pada kinerja individu yang ada di dalamnya. Seluruh pekerjaan dalam organisasi itu, para anggota lah yang menentukan keberhasilannya. Sehingga berbagai upaya meningkatkan produktivitas organisasi harus dimulai dari perbaikan produktivitas anggota. Pada dasarnya keanggotaan kelompok dapat mengubah perilaku individu ( Tedeschi & Lindskold, 1976 ), pengaruh kelompok ini dapat membuat anggotanya melakukan hal – hal dalam organisasi yang tidak akan dilakukannya jika mereka sendiri. Keanggotaan kelompok ini dapat juga mempengaruhi perilaku anggotanya bila tidak ada anggota lain disekitarnya.

Pengaruh terhadap perilaku ini besar sekali terutama dalam kelompok yang mempunyai rasa kebersamaan yang tinggi. Arah yang ditempuhnya sebagian besar tergantung dari norma – norma yang ada dalam kelompok tersebut ( Jewell, LN; Siegall M, 1990 ).

Kohesivitas kelompok mengacu pada sejauh mana anggota kelompok saling tertarik satu sama lain dan merasa menjadi bagian dari kelompok tersebut. Dalam kelompok yang kohesivitasnya tinggi, setiap anggota kelompok itu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mempertahankan kelompok tersebut.

Kelompok – kelompok yang berbeda dalam hal kohesivitasnya, dan banyak yang tidak pernah mencapai tingkat kelompok yang mempunyai daya tarik tertentu dan komitmen bersama yang merupakan ciri kohesivitas yang kuat. Kohesivitas yang lebih besar terutama berkembang dalam kelompok yang relatif kecil dan mempunyai organisasi yang lebih bersifat kerjasama daripada persaingan ( Jewel & Reitz, 1981).

Kesempatan saling berinteraksi antara para anggotanya secara lebih sering membantu berkembangnya kohesivitas kelompok tersebut.

Berangkat dari pemikiran tersebut,maka beberapa orang yang mempunyai visi dan misi yang sama serta tujuan yang sejalan, berinisiatif mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama KALIBER COMMUNITY.

Menurut ketua KALIBER COMMUNITY, Petrus Hengki, organisasi ini nantinya akan menjadi wadah bagi warga SIKKA LIO yang berdomisili di Makassar untuk mendapatkan bantuan sosial dalam bidang apapun.”kami berharap, organisasi ini menjadi rumah baru bagi saudara saudara kami yg berasal dari SIKKA LIO yang mungkin mengalami kesulitan kepengurusan administrasi kependudukan di kota Makassar,dapat kami jembatani agar kepengurusan tersebut dapat diselesaikan”. pungkasnya.

Menurut sekertaris KALIBER COMMUNITY Alres Ronaldy,SH yang juga bersama dengan ketua menjelaskan, kelengkapan administrasi organisasi KALIBER COMMUNITY sementara sudah 80 persen rampung.”dalam waktu dekat ini,kami juga akan meminta audience kepada bapak walikota Makassar untuk menjelaskan visi,misi serta program program kami ke depan, baik program jangka pendek maupun jangka panjang sebagai salah satu syarat kelengkapan administrasi organisasi ke Kesbangpol.”