by

Dugaan Perselingkuhan Oknum Pejabat Bawaslu Sudah Dalam Penanganan Kepolisian

WartaSulsel. Net Makassar -Dugaan perselingkuhan Oknum komisioner badan pengawas pemilu (Bawaslu) Makassar Sulsel berinisial N dilaporkan ke Kepolisian terkait dugaan perselingkuhan dengan oknum seorang ASN yang bekerja di kantor Pemkot kota Makassar.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, AKP Muh Rivai mengatakan, telah menerima laporan atau aduan dari seorang pria berinisial S. Pria ini mengadukan istrinya berinisial AP dengan teman prianya, N. Mereka diduga menjalin hubungan asmara.

Pria (S) mengadukan Istri Sah Oknum ASN Pemkot kota Makassar bersama dengan dugaan selingkuhannya berinisial N sudah kami tindak lanjuti atas aduan tersebut ucap AKP. Muh Rivai.

Rivai menerangkan, dalam aduan pelapor (S) menyebutkan, istrinya (AP) memiliki kedekatan spesial dengan pria berinisial N. Mereka dicurigai menjalin hubungan atau pacaran. Hubungan mereka ini terbongkar, setelah s memergoki percakapan istrinya dengan N.

“Pengaduannya, ia (S) mengadukan bahwa istrinya berinisial A ada hubungan dengan pria berinisial N. Untuk saat ini, pengaduan tersebut sudah kami tindaklanjuti,” kata M Rivai kepada wartawan, Senin (11/10).

Rivai menerangkan, dalam aduan pelapor (S) menyebutkan, istrinya (AP) memiliki kedekatan spesial dengan pria berinisial N. Mereka dicurigai menjalin hubungan atau pacaran. Hubungan mereka ini terbongkar, setelah s memergoki percakapan istrinya dengan N.

“Berawal dari kecurigaan, kemudian bukti yang ada percakapan di Hpnya. Kita masih maksimalkan mencari barang bukti lain,” ungkapnya.

Dalam laporan ini, Rivai mengaku pihaknya telah memintai keterangan sejumlah pihak yang diduga mengetahui permasalahan ini. Termasuk S bersama dengan istrinya, AP. Ia dimintai keterangan baru-baru ini.

“Dari keterangan saksi, disebutkan hanya berteman. Tapi kami belum tahu sejauh mana pertemanannya. Kami akan dalami nanti,”ungkapnya.

Apabila laporan aduan tersebut memenuhi unsur pidana, kedua terlapor dijerat pasal
284 KUHPidana tentang pidana perzinahan dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara.

“Untuk N belum dimintai keterangan. Tapi, sudah kami jadwalkan. Pada intinya, kasus ini masih aduan belum naik sidik. Penyidik masih mengumpulkan bukti,” jelas M Rivai.

Klarifikasi Bawaslu Sulsel

Komisioner Bawaslu Sulsel angkat suara terkait pemberitaan Oknum Ketua Bawaslu Kota Makassar inisial N, dipolisikan terkait perzinahan. Menurutnya, dia kaget bahkan syok kabar tersebut. Tetapi ia menegaskan bahwa, pejabat Bawaslu yang dilaporkan ke Polisi tersebut telah mengundurkan diri komisioner Bawaslu Makassar.

“Sekitar 2 minggu lalu, yang bersangkutan telah menyampaikan pengungunduran diri sebagai komisioner Bawaslu Makassar, dengan alasan mau fokus pada urusan dan kegiatan lain, sesuai profesi awal beliau sebelum aktif di Bawaslu,” kata Komisioner Bawaslu Sulsel, Syaiful Jihad.

Syaiful berharap, kasus yang mencuak ini dapat diproses dan ditangani dengan baik, dengan mengedepankan prinsip praduga tak bersalah.

“Biarlah proses dan mekanisme hukum yang menjelaskan duduk masalahnya, apakah dugaan itu benar terbukti atau tidak. Posisi yang bersangkutan bukan lagi anggota Bawaslu (telah mundur), tentu akan memudahkan proses penanganannya,” pungkasnya.

Diambil dari Kutipan Kumparan.com

(RUD)