by

91 Mahasiswa IPI Di Wisuda Angkatan II, 46 Dapat Gelar SPD dan 45 Gelar SE

Wartasulsel.net,_|| Sebanyak 91 mahasiswa Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa berhasil menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dan Sarjana Ekonomi (S.E).

Sebanyak 46 wisudawan berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan 45 lainnya merupakan alumni dari Fakultas Ekonomi dan Syariah.
Wisuda mahasiswa IPI Gowa diadakan di Hotel Claro Makassar, Rabu (6/10/2021).

Hadir Kepala Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku dan Papua, Prof Hamdan Juhannis.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof Hamdan Juhannis membandingkan perkembangan generasinya dengan generasi sekarang ini.

Menurutnya terdapat perbedaan besar antara generasinya dengan generasi sekarang ini.

“Generasi sekarang ketika ditanya dimana kampungnya akan kebingungan karena tidak ada koneksi dengan kampung,” ujarnya
Prof Hamdan yang juga Rektor UIN Alauddin Makassar mengatakan, meski generasi dulu dan sekarang sama-sama memiliki 3 kebutuhan pokok tetapi kebutuhan itu berbeda. “Kita dulu juga butuh tiga hal pokok yaitu sandang, papan, dan pangan,” ujarnya.

Sementara generasi sekarang juga hanya butuh tiga kebutuhan tetapi berbeda, yaitu kuota, jaringan, dan tempat cas.

Sementara Rektor IPI, Prof Dr. H. Azhar Arsyad, M.A menyampaikan kiprah IPI yang sudah dalam skala internasional.Beberapa alumni angkatan tahun lalu bahkan sudah ada tiga alumni yang melanjutkan studi master di Polandia.

Sementara itu akan ada empat dosen IPI yang segera menyelesaikan pendidikan doktornya di Inggris, Belanda dan Australia dan akan kembali ke IPI untuk menambah sumber daya manusianya.

Keberhasilan ini tak lepas dari penekanan IPI pada tiga kunci pokok yaitu ICT, Wisdom dan bahasa yang juga diamini oleh Prof. Hamdan terutama program bahasa.
Kesuksesan ini tampak jelas pada Rahmat Fauzan yang meraih predikat wisudawan terbaik.

Fauzan merupakan alumni Pendidikan Agama Islam menulis skripsi dalam bahasa Inggris.
Fauzan juga melakukan code-mixing antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Fauzan meraih IPK 4.0. Namun tidak hanya beprestasi dalam akademik Fauzan juga aktif dalam organisasi dengan menjadi ketua UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), Journalism and Pen Circle serta menjadi penulis di salah satu media ternama di Makassar.

“Saya dahulu sering merasa insecure (minder) ketika ditanya kuliah di mana. Namun saya kemudian justru bersyukur karena kuliah di kampus yang memang relatif baru tetapi memiliki perhatian terhadap pengembangan kompetensi mahasiswanya,” ujarnya.

Tidak hanya hebat di jurusannya tetapi juga di desain dan bahasa Inggris.

Menurutnya keberhasilan seseorang tidak lagi hanya ditentukan oleh nama besar kampusnya, tetapi juga kualitas dan sumber daya manusia seperti para dosen dan staf.

(AWR)