by

Implementasi Budaya Sipakainga Dalam Kehidupan Berbangsa

Wartasulsel.Net,_|| Indonesia kini Kembali memperingati hari kemerdekaannya yang ke-76 tahun, tentu hari kemerdekaan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena di rayakan dalam kondisi pandemic Covid-19. adanya pandemi Covid 19 ini Kembali memaksa kita untuk terus beradaptasi terhadap seluruh perubahan perubahan yang terjadi secara cepat.

Meningkatnya kasus pandemic covid-19 akhir-akhir ini membuat kita harus kembali intropkesi diri untuk tetap menjaga Protokol kesehatan, adanya PPKM darurat, atau PPKM Level IV yang Kembali diterapkan menunjukkan kepada kita bahwa kita tidak boleh lengah dan abai dalam penyebaran virus covid-19 yang semakin hari semakin mengganas, bahkan sampai hari ini Virus Covid-19 muncul varian baru yang notabenenya lebih ganas dari yang sbelumnya.

Kalau para pendahulu kita berjuang berperang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan, namun kali ini perjuangan kita adalah musuh yang tidak kasat mata tapi sama mematikannya, tercatat jumlah kematian Covid-19 di Indonesia per 16 Agustus 2021 sebanyak 118.833 sejak pertama kemuncullannya bulan maret 2020

Perlunya peran seluruh stakeholder dari pelbagai unsur sangat dibutuhkan dalam memerangi pandemi Covid-19, seperti unsur pemerintah, agamawan, dan bahkan unsur kebudayaan tak lupa kita libatkan dalam penangan pandemi covid-19. Salah satu budaya lokal yang bisa kita gunakan adalah adanya budaya sipakainga dalam budaya lokal Bugis Sulawesi Selatan.

Budaya Sipakainga merupakan budaya luhur masyarakat bugis yang berarti saling mengingatkan, dalam ajaran orang-orang bugis sipakainga memiliki dua nilai penting yaitu warani yang berarti berani dan arung yang berarti pemimpin (Rendah hati dan mampu menerima kritik).

Budaya Sipakainga ini penting untuk kita gelorakan kembali ditengah pandemi covid-19 melihat masih banyaknya orang-orang disekitar kita yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan, masyarakat harus berani dalam mengingatkan apabila ada diantara kita yang belum taat terhadap protokol kesehatan dan juga masyarakat harus bersifat rendah hari dan menerima kritik apabila di ingatkan untuk patuh terhadap protokol kesehatan. Akhirnya apabila semua unsur elemen masyarakat saling mengingatkan (Sipakainga) maka pada akhirnya ini akan menjadi budaya baru dalam kehidupan dan bisa patuh terhadap protokol kesehatan

Marilah kita saling mengingatkan baik itu secara langsung atau melalui media sosial tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan yakni Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak, budaya Sipakainga ini sebaiknya digunakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam memperingati hari kemerekaan Indonesia yang ke 76 ini mari kita menjadikan budaya sipakainga sebagai budaya nasional sebagai salah satu ikhtiar dalam memerangi pandemi Covid-19.

Oleh: Ardiansyah

Penulis adalah peserta Advance Training HMI Badko Papua-Papua Barat