by

Meski Dinilai Kontradiktif, Brother Lorong Bangun Paradigma Baru Di Bulukumba

Wartasulsel.net,_|| Bulukumba — Seperti ungkapan pepatah Mencegah lebih baik dari pada mengobati, inilah yang dilakukan penyuluh agama Abd. Halim Amsur yang membuat sebuah wadah yang disebut Brother Lorong dalam membina kelompok anak muda khususnya yang berdomisili di jalan Teratai dan jalan Melati Lingkungan Matajang, Kelurahan Caile Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba.

“Untuk bersama di wadah ini, sama sekali tidak ada paksaan, ini murni ketertarikan yang bersangkutan untuk sama-sama belajar agama, menggali potensi,” jelas Abd. Halim Amsur saat berkumpul bersama sejumlah remaja disekitar lorong Teratai – Melati, Ahad 11 Juli 2021

Lebih lanjut Halim mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama secara diam-diam memperhatikan adik-adik yang berdomisili di jalan Teratai dan jalan Melati.

“Pemuda Kelurahan Caile butuh diarahkan, itu satu peluang yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus dieksekusi cepat dibuatkan wadah”, Ungkapnya

Penyuluh agama Kemenag Bulukumba ini merasa khawatir jika tidak bergerak mengambil tindakan.

“Saya khawatir sekaligus takut dinilai sebagai orang yang tidak punya kepedulian dalam dakwah ini, takut kalau dinilai tidak bersyukur atas karunia Allah, takut dinilai hanya mau shaleh sendiri, memikirkan keshalehan pribadi saja. Astagfirullah,” Jelas Abdul Halim yang juga Sekum DPK BKPRMI Ujung Bulu

“Lalu, saya ajak semua, kumpul diteras rumah jalan Teratai lr 4 disanalah cikal lahirnya wadah ini, segalanya kami obrolkan disitu, hingga berujung lahirnya sebuah nama “BROTHER LORONG” dengan motto “Bersaudara di dunia, bertetangga di syurga”.

Walaupun menurutnya, Sekilas nama dan motto kedengarannya cukup kontradiktif, istilah anak lorong itu diidentikkan dengan stigma negatif apalagi kalangan muda, yang kadang berbuat kericuhan, berbuat onar dsb. Nah, dari sini saya mencoba membangun paradigma baru, harapan baru bagi generasi masa depan kita, disini kita belajar, berekspresi, mengembangkan potensi masing-masing. Adapun tujuan kami itu tergambar pada motto.

“Program kami sudah berjalan, seperti kelas belajar agama, safari shalat berjamaah khususnya magrib dan isya, gotong royong bersih-bersih masjid,” tutupnya.