by

Kuasa Hukum SHM 001 Siawung Bantah Penggugat di PN Barru

Warta Sulsel. Net Barru -Tim kuasa hukum Ir H. Rusmanto Mansyur Efendy menyayangkan sikap kuasa hukum penggugat yang terlupakan tidak memahami substansi gugatannya sendiri. Dimana ada tiga jawaban opsi, rekonvensi dan jawaban yang diajukan dalam persidangan kemarin Kamis 01/07/2021 Kabupaten Barru.

Burhan kamma Marausa, SH.,MH. Mengungkapkan bahwa pihak penggugat sudah mengetahui ada empat hal yang kami bantah dalam membaca gugatan kuasa hukum PT. Semen Bosowa Maros pada persidangan sebelumnya antara lain kurang pihak tidak melibatkan seorang notaris Camat dan lurah setempat dalam proses gugatan.

Menurutnya saat mereka melakukan pembelian tanah oleh penggugat dan tergugat pihak serta legal standing saat membeli tanah itu. Ada akta tanah yang harus dibuat oleh notaris atau pejabat sementara camat dan lurah dan itu tidak mereka lakukan.

Adapun yang dilakukan pihak tergugat pemilik lahan Hajja Norma mengatakan pengoperan ke penggugat, menurut kuasa hukum Ir H. Rusmanto Mansyur Effendy itu merugikan sesuai aturan yang ada itu hak, tegasnya.

“Tegas Burhan Kamma mengatakan bahwa nanti Majelis Hakim yang menilai seperti apa yang harus dilakukan oleh setiap pemilik hak atas tanah harus melibatkan pihak pertama dan pihak kedua”, kepemimpinan.

Lanjutnya, ditegaskan bahwa surat yang dimiliki penggugat sama sekali tidak ada, mereka hanya berdasarkan putusan mulai dari putusan tingkat pertama dan kasasi pernah melibatkan kliennya dan tergugat dalam sertifikat SHM 001 Siawung pemilik lahan Ir H. Rusmanto Effendy, ungkap Burhan Kamma.

Dalam PPhTB yang dikenal dengan pajak penghasilan akhir atau hak atas dan bangunan yang dibebankan kepada mereka yang dapat diperoleh karena hak atau menjual tanah dan bangunannya.

“Namun timbul pertanyaan seberapa banyak tanah si penggugat, fakta hukumnya sampai sekarang pihak penggugat tidak memiliki legalitas berupa akte jual beli.” Terang Burhan Kamma Marausa, SH.,MH.

Saat awak media mengikuti sidang majelis hakim menunda persidangan pihak BNI sebagai turut tergugat 2 tidak memberikan jawaban asli. Sehingga sidang akan dilanjutkan pekan depan.

(RUD/redws)