by

Perpustakaan FTK UIN Alauddin dan Penerbit Erlangga Teken Perjanjian Kerjasama

Wartasulsel.net,_|| Perpustakaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin menandatangani perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Penerbit Erlangga Cabang Makassar.

Pendatanganan MoU tersebut dilakukan di Kantor PT Penerbit Erlangga, Jalan Hertasning No 50 Kota Makassar, Rabu (16/6/2021) kemarin, yang masing-masing dihadiri dan disaksikan oleh pustakawan dan staff perpustakaan FTK UIN Alauddin (Bapak Ramli, Fitriani Jabbar dan Rahma) serta dari pihak Penerbit Erlangga yakni Bapak Sigit Purnomo yang mewakili Kepala Cabang Penerbit Erlangga, Bapak Rusman dan Bapak Ismail Djamaluddin.

Kepala Perpustakaan FTK UIN Alauddin Muhammad Anwar. HM mengatakan ruang lingkup kerjasama yang menjadi tujuan dan sasaran dalam perjajian tersebut yakni penyelenggaraan webinar buku digital di era pendemi, pelatihan pembuatan buku. Selain itu pelatihan manajemen perpustakaan, pengadaan buku referensi dan atau buku bahan ajar sebagai display di Perpustakaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.

“Kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan fungsi masing-masing kedua belah pihak dan kerjasama dalam pengembangan perpustakaan yang disesuaikan dengan kebutuhan salah satu pihak atas persetujuan bersama,” ujarnya.

Dia menambahkan, nantinya ada program menulis bersama, kolaborasi dosen dan mahasiswa yang dilaksanakan oleh perpustakaan FTK UIN Alauddin Makassar.

“Naskah terbaik akan diterbitkan oleh pihak Erlangga Makassar sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dari pihak penerbit,” bebernya.

Sementara itu, Areal Sel Manajemen (ASM) Penerbit Erlangga Makassar Ismail Djamaluddin menyampaikan akan mensupport Perpustakaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar dalam peningkatan mutu pendidikan.

“Kami pihak penerbit Erlangga akan ikut terlibat dalam peningkatan mutu di dalam kampus terkhusus di Perpustakaan FTK UIN Alauddin, jadi paling subtansi keterlibatan kami tidak terlepas keinginan ikut meningkatkan mutu pendidikan dari segmen manapun,” ujarnya.

Untuk diketahui, perjajian kerjasama itu berlaku selama lima tahun terhitung sejak tanggal ditandatanganinya perjajian kerjasama.

(ANW)