by

Sosialisasi bantuan sosial Saldo Nol pada KPM PKH

WartaSulsel. Net Takalar- Pertemuan Kelompok PKH (Program Keluarga Harapan) Kecamatan Bontonompo Selatan di dua titik yaitu Desa Tanrara dan Desa Bontosunggu. Rabu 16/6/2021

Wartasulsel, wawancarai Korkab PKH Kab.Gowa H.Amiruddin Rewa dan dua Pendamping PKH atas nama Nurhana dan Harina masing masing Pendamping PKH Desa Bontosunggu dan Desa Tanrara
Tentang soal KPM dan Solusi Solusinya yg warga saat ini hadapi.
“SALDO BANTUAN SOSIAL ANDA MASIH NOL?”

Wartasulsel bersama Korkab PKH Gowa menuturkan bahwa Saat ini beberapa KPM yang uang bantuan tunai PKH nya belum masuk ke rekening sedang galau dan gundah gulana. Hal ini terjadi juga sebagian KPM yang saldo BSP Sembako masih Nol alias zonk. Begitu juga KPM yang sebelumnya mendapatkan BST, juga belum cair juga. Lalu apa yang terjadi sebenarnya?

Di sini saya akan coba berikan penjelasan sederhananya. Silahkan disimak penyebab Saldo Nol pada bantuan sosial PKH, BSP maupun BST berikut solusinya di bawah ini :

1. Status Kepesertaannya KPM di program bantuan sosial sudah dihapus oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia karena dinilai sudah tidak layak menerima bantuan sosial karena naik Desil-nya.

Solusinya : Tidak ada. Saat ini memang sedang ada perbaikan data di DTKS sehingga memungkinkan beberapa KPM naik Desil-nya yang mengakibatkan dihapuskannya KPM tersebut dari daftar peserta program bantuan sosial.

2. Status Kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif tapi ada kendala pada data KPM yang belum padan dengan DTKS meskipun datanya sudah padan dengan data di Disdukcapil.

Solusi : Cek ke Operator SIKS NG di desa / kelurahan untuk mencocokan data antara di KK dan KTP dengan DTKS.

3. Status Kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif, data KPM sudah padan dengan DTKS tapi belum padan dengan data di Disdukcapil.

Solusi : Datang ke Disdukcapil untuk mengaktifkan nomor KK dan NIK yang saat ini dimiliki. Bisa jadi meski sudah memperbaharui data di KK dan KTP tapi Nomornya belum diaktifkan. Jika ini yang terjadi maka nomor KK dan NIK akan tercatat INVALID.

4. Status Kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif, data KPM sudah padan dengan DTKS dan Disdukcapil tapi data di bank belum padan.

Solusi : Bawa KK, KTP, Buku Tabungan, KKS dan Surat Pengantar dari Dinas Sosial yang menyatakan bahwa anda benar – benar KPM dari sebuah program bantuan sosial. Lakukan pengecekan data dari dokumen di atas dengan data di bank.

Khusus pemilik rekening yang sebenarnya adalah pengurus pengganti dari KPM yang meninggal atau
.berhalangan tetap sebaiknya minta didampingi oleh Pendamping Sosial yang bertugas di wilayah tersebut karena Pengurus Pengganti yang saat ini diakui adalah mereka yang merupakan keluarga inti dari KPM seperti Ayah, Ibu dan Anak yang sudah cakap hukum.

5. Status Kepesertaannya di program bantuan sosial masih aktif, data KPM sudah padan dengan DTKS dan Disdukcapil dan data di bank juga sudah padan.

Solusi : Tunggu sekitar 1 – 2 minggu karena proses penyaluran bantuan sosial dilakukan secara bertahap dan melalui beberapa termin. Jika ternyata masih kosong, segera lakukan cetak rekening koran di bank penyalur.

Proses cetak rekening koran tidak bisa diwakilkan, harus oleh pemilik rekening itu sendiri dengan membawa KTP, Buku Tabungan dan KKS. Setelah melakukan cetak rekening koran, segera melapor ke Pendamping Sosial yang bertugas di wilayah tersebut untuk kemudian dilakukan Rekonsiloasi Dana Bantuan Sosial oleh pihak Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan pihak HIMBARA (Himpunan Bank – Bank Milik Negara)

Khusus bantuan BSP Sembako tidak bisa dilakukan cetak rekening koran tapi bisa dilakukan pengecekan saldo melalui Agen BSP Sembako dengan cetak struk cek saldo. Bawa struk cek saldo ke Pendamping Sosial yang bertugas di wilayah tersebut.

Catatan :

1) Jika KPM PKH yang mengalami kendala pada BSP Sembako, temui Pendamping Sosial PKH

2) Jika KPM Tidak Menerima PKH yang mengalami kendala pada BSP Sembako, temui Pendamping BSP Sembako. Petugas ini bisa TKSK atau pihak lain seperti Karang Taruna, dll.

3) Jika KPM mas.

(KML)