by

Dosen Farmasi UIT Ajeng Kurniati Roddu Raih Gelar Doktor Kimia di UNHAS Predikat Cumlaude

Wartasulsel.net,_|| Dosen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur Makassar, Ajeng Kurniati Roddu, S.Si, M.Kes meraih Gelar Doktor Kimia di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Selasa 15 Juni 2021.

Promosi Doktor ini, digelar di Gedung Ballroom Sains Building Fakultas MIPA UNHAS.

Ajeng Kurniati Roddu, S.Si, M.Kes, Raih Gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Kimia dengan nilai Predikat Cumlaude. Dengan judul Disertasi ” Sintesis Nanopartikel Emas dan Perak Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Daun Okra (Abelmoschus Esculentus (L) Moench) dan Aplikasinya dalam Desain Sensor Gula Darah”.

Promosi Doktor ini, dipimpin Dekan MIPA UNHAS, Dr. Eng. Amiruddin, S.Si, M.Si, Promotor Prof.Dr. Abd Wahid Wahab, M.Sc Ko -Promotor Prof.Dr.Ahyar Ahmad, Ko-Ptomotor Dr.Paulina Taba, M.Phil, Prof.Dr.M. Nurdin, M.Sc, (Penguji Eksternal), Dr. Firdaus, M.Si(Penguji Internal), Dr. Maming, M.Si (Penguji Internal), Dr. Abdul Karim, M.Si (Penguji Internal).

Menurut Dr.Ajeng Kurniati Roddu,S.Si, M.Kes dalam kesimpulan penelitiannya mengatakan Ekstrak daun okra dapat digunakan dalam mensintesis nanopartikel emas dan perak, Energi celah pita nanopartikel emas dan nanopertikel perak terkecil berturut-turut adalah 1.969 eV dan 2.096 eV Analisis FT-IR menunjukkan adanya gugus fungsi OH, CH, VH, -CHO, C=C dan CN Berdasarkan analisis XRD menunjukkan ukuran dan orientasi struktur kedua jenis nanopartikel yang beragam.

Hasil TEM mempertegas bahwa nanopartikel emas dan perak telah berbentuk secara sempurna, Sensor berbasis nanopartikel emas dan perak sangat baik digunakan dalam pengukuran kadar glukosa, Kinerja sensor berbasir nanopartikel emas dan perak tidak jauh berbeda (0,62% untuk nanopartikel emas dan 1.95 % untuk nanopartikel perak) dibandingkan kinerja alat yang biasa digunakan untuk pengukuran kadar glukosa darah (spektrofotometer).

Ajeng Kurniati Roddu, menyarankan sensor berbasis nanopartikel emas dan perak perlu dikaji lebih lanjut untuk menghasilkan sensor otomatis glukosa darah.Studi pemanfaatan sensor berbasis nanopartikel emas dan perak perlu divalidasi dengan menggunakan larutan glukosa yang telah diketahui konsentrasinya dan dilakukan studi statik terhadap hasil yang diperoleh.

Rektor UIT Dr.Andi Maryam, M.Kes mengatakan Promosi Doktor Ajeng Kurniati Roddu, dengan Predikat Cumlaude di bidang Kimia, membuktikan bahwa potensi dosen yang ada di UIT sangat berkualitas dan tentu ini bisa mengangkat citra UIT ditengah Masyarakat dan menjadi Motivasi bagi teman-teman dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Doktor.

Hal ini juga menjadi langka maju bagi pengembangan Riset penelitian di UIT untuk dapat bekerjasama dengan lembaga riset penelitian UNHAS, kata Rektor.

Hadir dalam promosi ini Rektor UIT Dr.Andi Maryam, M.Kes, Wakil Rektor I Suriati, SKM, M.Kes, Direktur PPs UIT Prof.Dr.Hj, Maemunah Dawy, M.Si, Dekan Pertanian Dr.H.Baharuddin Baso Tika, M.Si, Dekan Keperawatan, Yurniati, SST, SKM, M.Kes, M.Keb, Dekan FISIP Dra.Nani Harlinda Nurdin, M.Si, Dekan FKM Hermawati Hamalding, SKM, M.Kes, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Sitti Mirza, S.Ip, M.Si, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Fyan Andinasari Kuen, S.Ip, M.I.Kom, Dosen, Mahasiswa, Sahabat dan Keluarga Dr. Ajeng Kurniati Roddu, S.Si, M.Kes.

(Humas UIT/ Beddu Lahi)