by

Kehadiran Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi, Amunisi Baru Gerakan Literasi di Sulsel

Wartasulsel.net,_|| Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya, S.H., M.H menerima pengurus Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Sulawesi Selatan yang melakukan audiesi dalam rangka memperkenalkan kepengurusan baru dari forum ini, di ruang kerjanya di Kantor DPK Sulsel Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 12 Makassar, Rabu (9/6/2012).

Dalam audiensi tersebut, Pengurus FPPTI Wilayah Sulsel periode 2021-2024 yang dipimpin langsung Ketuanya Dr. Iskandar, S.Sos, M.M,  di dampingi Sekretaris Hazan, S.Hum., M.IP, pengurus lainnya Arman S.Sos, MM dan Panitia Raker Syarifuddin Sannani, S.Pd, juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan agenda yang akan dilaksanakan dalam watu dekat ini antara lain pelantikan dan rapat kerja (raker). Mereka meminta petunjuk sekaligus menyampaikan kesediannya untuk bersinergi dengan DPK Suksel dalam rangka pengembangan gerakan literasi di Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan itu Kadis Hasan Sijaya yang di dampingi Kepala Bidang Perpustakaan Drs. Yulianto, M.M, Kepala Bidang Kearsipan Patarai A. Burhan G.S, S.Sos, M.M, Kepala UPT Jasa Kearsipan H. Irwan, S.Sos., M.AP, Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan Nilma, S.Sos., M.M dan PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Nazaruddin, S.Ag., M.Sos.I, menyambut baik dan memberi apresiasi terhadap kehadiran forum ini.

“Kami selaku pemerintah provinsi, khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berterima kasih atas terbentuknya kelembagaan dari Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi ini. Ini menjadi amunisi baru bagi kita khususnya dalam rangka pengembangan gerakan literasi di Sulawesi Selatan. Mengapa saya mengatakan ini amunisi baru, karena saya selalu berpedoman bahwa kami punya lembaga ini tidak bisa jalan sendiri, harus bersinergi dengan lembaga-lembaga lainnya,” kata Hasan Sijaya.

“Sejak dari tahun 2019 star saya. Saya bangun kekuatan itu, kemampuan kita untuk memajukan dan mengembangkan gerakan literasi di Sulsel hanya akan terwujud bila kita jalan bersama-sama. Kalau kita jalan sendiri-sendiri jangankan tidak mampu, dilihat orang pun tidak. Makanya dengan keberdaan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi ini semakin menyemangati kita punya kinerja dalam capaian gerakan literasi kita,” imbuhnya.

Hasan Sijaya juga berharap agar organisasi ini jangan hanya sebuah nama. “Mudah-mudahan dalam tiga tahun kepengurusan forum ini, ada sesuatu yang bisa diperbuat, ada kegiatan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya para pengelola perpustakaan yang ada, bahkan mungkin bisa melebar ke perpustakaan lainnya bukan hanya bergerak di perpustakaan perguruan tinggi saja bisa bersinergi dan berjalan berama-sama pengelola perpustakaan desa, perpustakaan lorong kalau di perkotaan, bahkan sedikit berimprovisasi berjalan bersama dengan para penulis, seniman, budayawan, penggiat literasi. Kita satu deh,” harapnya.

Dengan seperti itu, menurutnya banyak hal yang bisa kita dapatkan dan kita bisa jadikan referesnsi dalam pengembangan lembaga ini. Apalagi menurut mantan Staf Ahli Gubernur bidang Keuangan ini, sekarang ini perpustakaan sudah bertransformasi berinklusi sosial, sehingga tidak hanya sebatas pada ruang dan rak buku saja yang menjadikan kinerja itu tidak bergerak hanya sebatas itu saja, tetapi jangkauan aktivitasnya semakin luas dan luwes, sehingga bisa bergerak ke mana-mana, bahkan mengedukasi.

Hasan Sijaya berharap, Forum Perpustakaan Perguruan tinggi ini juga bisa memanfaatkan ruang layanan di Perpustakaan Ibu dan Anak DPK Sulsel di Jl. Lanto Daeng Pasewang, Ruang Layanan Perpustakaan Umum di Jl. Sultan Alauddin dan Ruang Layanan di Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang untuk berkegiatan. Apalagi ruang layanan Perpustakaan Umum DPK Sulsel saat ini semakin luas dan untuk sementara saat ini masih terus dilakukan pembenahan, diharapkan Bulan Oktober sudah bisa dirasakan kembali manfaatnya.

“Saya berkali-kali mengatakan ruang layanan perpustakaan itu sudah menjadi rumah anda, rumah budayawan, rumah seniman, rumah penulis, rumah penggiat literasi, rumah pemustaka, termasuk rumahnya juga Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi. Silahkan dimanfaatkan untuk berkegiatan, kami terbuka untuk pengembangan forum ini, dan apa yang bisa kita sharing kita sinergikan, kita kerja samakan tentunya dengan satu niat untuk bersama-sama memajukan gerakan literasi kita di Sulawesi Selatan mencerdaskan anak bangsa, Tagline kami mencerdaskan anak bangsa dari desa,” paparnya.

Ia berharap kehadiran Forum yang mewadahi 213 Perpustakaan Perguruan Tinggi di Sulsel ini dapat mendorong minat masyarakat khususnya mahasiswa dalam era digital seperti ini untuk masuk ke perpustakaan membaca buku, karena bagaimanapun menurutnya keunggulan membaca buku masih memiliki banyak nilai lebih di banding membaca melalui media digital.

Sementara itu Pustakawan Senior DPK Sulsel Nilma, berharap kepengurusan baru dari Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi yang memiliki 8 komisi ini, dapat memberi sumbangsi yang besar terhadap peningkatan nilai indeks literasi masyarakat di Sulsel. (ANW)