by

KKN UIN Angkatan 64 Gelar Webinar Pilkada Damai 2020

Wartasulsel.net_|| Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Angkatan 64 melaksanakan Webinar wujudkan pilkada damai dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di tengah pandemi COVID-19. Yang diikuti oleh Muhammad Faridl Wajdi selaku Ketua KPU Kota Makassar dan Nursari selaku Ketua Bawaslu kota makassar dan beberapa narasumber lainnya, dalam webinar Ini di laksanakan secara daring, di Makassar, Rabu (18/11/2020)

Muh Fadli mantan ketua AJI Makassar ia berpendapat bahwa ia tidak setuju dengan diadakan debat pilkada di Jakarta. Faridl Wajdi mengatakan pilkada menjadi isu yang rentan karena pengalaman munculnya konflik pada masa lalu, baik di antara masyarakat dengan masyarakat maupun masyarakat dengan pemangku kepentingan. “Terlebih pilkada kali ini terjadi di tengah pandemi COVID-19. Potensi itu terlebih terkait politisasi penanganan dampak COVID-19. Dampaknya seringkali lintas sektoral dan merugikan banyak pihak,” kata Faridl Wajdi dalam keterangan tertulisnya.

Webinar itu mengidentifikasi, menganalisa potensi konflik, dan resolusi konflik pada saat pelaksanaan Pilkada serentak 2020 yang juga akan dilaksanakan di kota Makassar. Pembicaranya antara lain Pengamat politik dan kebangsaan, ketua depertemen humas DPP Fraksi muda Indonesia, Ketua LKPM UIN alauddin dan empat jubir paslon dari kandidat calon walikota makassar.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pilkada serentak penyelenggara pemilu, pemerintah, dan masyarakat harus memahami betul batasan menyeluruh, sehingga pilkada bisa dilaksanakan dengan baik dan pada saat yang sama menjaga kesehatan bersama.

Tema ini berfokus pada pilkada damai dan mewujudkan demokrasi yang baik dan berkualitas untuk kota makassar. Menciptakan perdamaian di tengah pandemi, dan bersama menekan serta melawan penyebaran pandemi COVID-19, sehingga seluruh aktivitas pilkada bisa dilaksanakan.

Di satu sisi kita ingin menjaga kesehatan dengan menjaga protokol kesehatan, yang sebenarnya mudah dilakukan dengan tinggal di rumah dan tak memilih. Tetapi jika kita tak memilih, bisa berdampak ke daerah-daerah lain termasuk kota makassar.

Di sinilah arti pentingnya diskusi ini sehingga kita dapat memberikan usulan ke pemerintah. saya mengutip pernyataan Founder sekaligus Presiden Pertama kita Ir Soekarno, di mana beliau berpesan ‘pemilu jangan menjadi pertempuran perjuangan kepartaian yang dapat memecah persatuan rakyat Indonesia’. Semoga kita dapat menciptakan perdamaian dan menciptakan yang terbaik bagi bangsa dan rakyat Indonesia,” tuturnya.

COVID-19 menjadi musuh bersama masyarakat dunia. Kita perlu bersatu padu menghadapi pandemi. Sebarkan kasih sayang, perdamaian, solidaritas, dan tolak diskriminasi dan kebencian. Oleh karena itu, sebagai agent of chance setiap orang mulai membangun perubahan dan lingkungan sosial sendiri.

Dari lingkungan keluarga, suku, agama, ras, bangsa, negara, dan umat manusia. Dengan memperjuangkan perdamaian akan menghasilkan senyum, tawa perdamaian bagi anak-anak kita, keluarga kita, kerabat kita, masyarakat, dan umat manusia.

Sementara itu, pengamat politik dan kebangsaan DR. Arqam Azikin mengatakan “jadilah mahasiswa agen of chance dan jadilah pemilih yang cerdas” ujarnya.

News Feed