by

Balada Cinta Racun Habib Rizieq Syihab

Wartasulsel.net || Tanpa terasa pandemi covid-19 melanda umat manusia sudah memasuki akhir tahun 2020 yang terus memunculkan kegelisahan karena belum ditemukan vaksin ampuh mencegah penyebaran virus itu. Indonesia sangat konsisten menekan penyebaran Covid-19, tercatat pejuang kesehatan meninggal sampai hari ini berjumlah 130 Dokter dan 92 perawat, korban meninggal 15.296 jiwa.

Disisi lain, Covid-19 di sektor ekonomi berkontribusi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Strategi Pemerintah atasi sejumlah dimensi persoalan itu, APBN terfocus atasi Covid-19 dalam kerangka Kepentingan Nasional menyelematkan warga negara.

Menyelamatkan warga negara dari ancaman Covid-19 misi prioritas Pemerintah beserta aparaturnya bekerja dengan hati Nurani merasakan situasi krisis seperti di rasakan rakyat Indonesia. Komunikasi jalinan cinta rakyat – pemerintah membuahkan hasil, tercermin masyarakat tertib mengikuti aturan Protokol Kesehatan.

Namun jalinan komunikasi ini telah terkoyak-koyak, ketika Rizieq Syihab pasca isolasi mandirinya di Arab Saudi karena menghindar terjerat kasus Balada Cinta. Tiba di Indonesia langsung menkampanyekan anti protokol Kesehatan dinarasikan secara fulgar melakukan mobilisasi massa berkerumun tanpa batas aturan Prokes.

Bahkan miris lagi, Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai garda terdepan melawan Covid-19 Jakarta sebagai ikon Sentra Ekonomi Nasional, hadir dalam sejumlah safari dakwah politik Rizieq Syihab.

Apakah ini bentuk simbol cinta Rizieq Syihab pulang ke Indonesia ?. Mengajak dan memprogandakan anti aturan Prokes produk kesepakatan Pemerintah bersama MUI, elite politik, birokrasi, simpul-simpul elemen masyarakat.

Bahkan, apakah mata hati Rezieq Syihab tidak melihat catatan data korban pejuang tenaga medis meninggal dunia, para relawan terus berguguran serta korban covid-19 masih terus berlanjut.

Kami tidak menuntut banyak kadar cinta Rizieq Syihab, hanya meminta sosialisasikan Prokes dengan tidak memprovokasi mimbar bebas dakwah politiknya mengajak pengikutnya melakukan mobilisasi massa agar tercipta kerumunan abai prokes yang sangat rawan memunculkan klaseter-klaster baru penyebaran Covid-19.

Balada cinta apa lagi Rizieq Syihab berikan kepada masyarakat Indonesia, cinta racun dalam setiap hembusan nafas mantera politik yang terus dikumandangkannya dalam setiap momentum kerumunan massa hasil settingan kelompok kepentingan.

Ingat Rezieq Syihab, balada cinta seolah-olah anda cinta kepada rakyat Indonesia, padahal berisi racun mengajak masyarakat melawan secara terbuka Protokol kesehatan dan menciptakan klaster baru penyebaran Covid-19 di Jakarta dan Bogor.

Benih-benih telah disebarkan ini akan membuahkan hasil yaitu perlawan keras dari semua elemen masyarakat yang istiqomah selama ini berjuang maksimal mencegah penularan Covid-19.

Penulis : Agung Setia Budi, S.I.P, M.Sos Peneliti Studi Sosial Politik Pembangunan Wilayah

News Feed