by

Berlabel Mahasiswa, Syndicate Anarcho Tunggangi Demo Jadi Rusuh Di Makassar

Wartasulsel.net, || MAKASSAR, — Berbagai peristiwa anarkhis yang terjadi di Kota Makassar yang dianalisa sejak 1 Mei 2019 hingga saat ini diduga ditunggangi Syndicate Anarcho dengan berbagai rentetan kejadian yang sangat memgejutkan mereka ternyata diotaki sejumlah oknum Mahasiswa Makassar asal Indonesia bagian timur. Jumat 24/07/2020

Sebut saja (Imhu) imammuhurry alias imam dia adalah mahasiswa fakultas tekhnis Unifa Makassar dan merupakan warga asal Ambon Maluku tinggal dan berdomisili di Pondok Asri 2 Sudiang Makassar, ditenggarai Imam adalah otak pelaku pengrusakan fasilitas umum disepanjang jalan A.P. Pettarani Makassar saat peringatan May Day 1 Mei 2019 berlangsung.

Bahkan Imam beserta rekan dari lintas kampus sempat ditahan dan di lakukan diproses hukum pada Sat Reskrim Polrestabes Makassar.

Dalam rentetan aksi Anarco juga ada seoarang inisial (FN) Farhan Nazer alias Datu juga mahasiswa UMI Makassar namun berasal dari Kab. Tual Maluku, (FN) merupakan Ketua (Gema) aliansi Gerakan Mahasiswa yang konsen terhadap aksi pergerakan kemerdekaan Papua yang kuat dugaan adalah syndikate utama kelompok Anarkho di Makassar.

Lanjut ada aksi unjuk Rasa West Papua juga kuat dugaan ditungganhi kembali oleh Datu dengan aksi unjuk rasa pengibaran bendera bintang Kejora 19 Agustus 2019 lalu didepan monumen Mandala Kota Makassar.

Kemudian ada aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan KNPB dikoordinir oleh Yacobus Pigay yang juga Ketua KNPB Makassar afalah mahasiswa UIT Makassar dan sempat melakukan aksi di Kampus UMI Makassar pada 1 Juli 2020 lalu bahkan bentrok dengan kelompok BMI, dan Satma PP saat hendak mengibarkan bendera bintang kejora dihalaman Kampus UMI Makassar.

Aksi Yacobus Pigay tersebut juga ditenggarai ada kaitan dengan Syndicate Anarcho yang membuat rusuh dalam agenda menolak RUU Umnibus law di depan Kantor DPRD Sulsel tanggal 16 Juli 2020.

Mereka Datu dan empat orang mahasiswa asal Papua seperti Oweng adalah mahasiswa UVRI berdomisili di Asrama Cendrawasih Lanto Dg. Pasewang sempat terlibat dalam kasus pengrusakan pagar kantor DPRD Sulsel yang diotaki Haspar alias Onots alumni Fak. Sospol Unismuh. Saat ini nama nama mereka diketahui gencar berunjuk rasa mengatasnamakan HMI Makassar atau HMI Cagora.

Dari rentetan tersebut juga ada nama Andi Sulfian Mahasiswa UIN Samata Gowa dan sekarang ikut kuliah di Kampus STIMIK Akba Tamalanrea Makassar juga diketahui adalah orang penting dalam struktur Syndicate Anarcho di Makassar yang telah berkantong tebal dengan berbagai orderan aksi anarkhis yang dimotorinya dan telah berhasil membuat rusuh.

Gerakan Andi Sulfian telah beraksi di 1 Mei 2019 saat peringatan May Day, aksi rusuh yang menuntut dibubarkan BPJS di Sulsel tgl 15 Oktober 2019 juga sempat beberapa kali terjadi rusuh dan merusak pagar kantor Gubernur Sulsel.

Belakangan ketahuan Andi Sulfian adalah Mahasiswa asal Kota Biak Papua yang kini berdarah Bugis Bone. Dia adalah otak kerusuhan yang terjadi di fly over pada 24 dan 27 September 2019 saat demo anarkhis tolak pelantikan Jokowi Ma’ruf sebagai presiden dan wakil presiden RI dan terlihat melempar aparat keamanan dengan batu dari pecahan pot bunga namun berhasil lolos

Saat ini sejumlah aktivis Anarcho tersebut semakin memainkan perannya meski tidak menggunakan label Anarcho (A) yang kini bergerak dan berimpiltrasi dengan nama besar HMI untuk mengadudomba antara mahasiswa muslim dengan aparat kepolisian.

Rentetan diatas adalah satu kelihaian Syndicate Anarcho dengan memainkan peran dan misinya untuk mampu berinpiltrasi memanfaatkan aliansi aliansi jaringan mereka seperti KAMRI untuk melebur menjadi aktivis HMI akan tetapi misi terselubung mereka tidak mampu dibaca oleh petinggi – petinggi aktivis HMI yang ada di Makassar. (RUD)

News Feed