by

Pilkada Serentak Ditengah Covid 19, Demokrasi Tanpa Kemanusian

Wartasulsel.net || Situasi di tengah pendemi Covid- 19 turut membawa serius bagi keadaan Ekonomi masyarakat Indonesia. Tenaga Buruh, para pekerja harian dan mereka yang bekerja tak tetap, mengalami empitan ekonomi yang sangat berat, Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari sangat sulit.

Di tambah lagi dengan peristiwa Politik, pemilihan Kepala daerah serentak di 270 daerah Se indonesia. Menambah keyakinkan kita, Bahwa Demokrasi memang dalam keadaan sekarat, dan sama sekali tidak berpihak kepada nasip Masyarakat di tengah Pendemi covid -19.

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 23 September 2020 mendatang yang segera di gelar di tujuh kabupaten dan kota, sama sekali tidak melalui Kajian Sosial dan Kesehatan, di tengah- tengah peristiwa Masyarakat sedang berjuang melawan covid 19 dan mematuhi Protokol kesehatan dan lain- lain. Memuncul stigma negatif masyarakat terhadap inkonsintensi pemerintah.

Pilkada pada Desember 2020 sebagaimana tertuang dalam Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pilkada. harus segera mereviu ulang sejauh mana persiapan Masyarakat dalam menghadapi pilkada Serentak. jangan sampai pihak dari Pemerintah mengambil kebijakan Kontitusional sendiri tampa membenturkan satu kondisi di tengah Masyarakat Kebawah. sehingga Melahirkan Mosi ketidak percayaan rakyat terhadap Demokrasi dan Prosesi Pemilu kita kedepan. Kita cukup sadar bahwa pilkada Juga penting. tetapi yang jauh lebih penting adalah kepastian masyarakat dan Partispasi masyarakat dalam mengsuksesi agenda Demokrasi.

Komite Mahasiswa Hukum Indonesia menolka Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada 23 September 2020.

News Feed