by

STITEK Balik Diwa Makassar Gelar Seminar Online

Wartasulsel.net,_Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan (STITEK) Balik Diwa Makassar menggelar seminar online bertajuk “Peran Millenial Produktiv dalam menjaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19“ , Kamis 21 Mei 2020, Via Zoom.

Pada Seminar ini hadir Wakil ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Bapak Muh.Ikramullah Akmal,S.Sos.,M.Si dan Bapak Andi Ahmad Yani, M.Si, MPA, M.Sc , Keduanya menjadi pembicara kunci pada acara tersebut.

Seminar ini di buka langsung oleh ketua Senat Mahasiswa, Aniswandi. ia menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini akan tetap di kembangkan di tengah pandemi covid-19 ini melalui via online.

Wakil Ketua III , Muh.Ikramullah Akmal,S.Sos.,M.Si berkata bahwa Pangan ini sangat penting untuk menjadi Perhatian saat ini. Berbicara pangan, tentu tak hanya berbicara petani tetapi juga profesi peternak dan nelayan. Dengan adanya Pandemi Covid-19, kondisinya tidak jauh berbeda dengan petani. Harga di swalayan tinggi, tetapi harga di tingkat peternak dan nelayan sangat rendah.

“Dampak Covid-19 juga dirasakan oleh kurang lebih 8 juta rumah tangga nelayan yang berdiam di sepanjang pesisir Indonesia. Harga penjualan merosot tajam.” tutur Ikramullah.

Solusi penguatan pangan di masa pandemi ini berupa pengawasan stabilitas harga, menghidupkan kembali pertahanan akar rumput (koperasi/UMKM), pemetaan ulang stok, kerjasama Platform jual beli pangan online, menganalisis produksi beras, Diversifikasi pangan.

Tambahnya “STITEK Balik Diwa Makassar Sebagai kampus background Perikanan dan Kelautan turut andil dalam mencegah krisis pangan di tengah pandemic ini, menciptakan teknologi yang ramah lingkungan untuk penangkapan ikan, teknologi mutakhir bidang budidaya serta ikut mengkaji peraturan-peraturan pemerintah dalam bidang perikanan dan kelautan” ungkap Wakil Ketua III Bid.Kemahasiswaan dan Alumni , Ikramullah Akmal.

Senada dengan hal tersebut , Ahmad Yani mengungkapkan , saat ini indonesia sedang mengupayakan pembatasan gerakan untuk menahan penyebaran virus maka secara otomatis akan mengganggu transportasi dan pemrosesan makanan dan barang-barang penting lainnya.

“Hal ini dapat meningkatkan waktu pengiriman dan mengurangi ketersediaan bahkan bahan makanan yang paling mendasar sekalipun” ujarnya.

tidak hanya mempengaruhi ketersediaan pangan, pembatasan pergerakan akibat pandemi covid-19 ini turut mempengaruhi Akses pangan dimana hal tersebut membatasi ketersediaan tenaga kerja pertanian , yang akan berkontribusi pada kenaikan harga pangan. penduduk perkotaan akan mengalami dampak terburuk , Khususnya pencari nafkah harian di sektor perekonomian informal dan karyawan sektor jasa.

“Mereka sangat beresiko kehilangan sumber pendapatan mereka sebagai akibat dari peraturan tentang jarak sosial dan pembatasan pemerintah untuk meminimalkan transmisi. harga pangan yang mahal menjadi beban berat warga yang kehilangan pekerjaan akibat covid-19” tutur Ahmad Yani.

“Sinergitas antara Pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya pandemi covid-19 ini merupakan hal yang penting dalam mencegah penyebaran virus covid-19” tambahnya lagi.

Sementara itu, dalam acara tersebut peserta sangat antusias untuk mengikuti jalannya kegiatan seminar online tersebut, hadir pula beberapa mahasiswa dan dosen dari STIKIP Muhammadiah Bone, Universitas Muslim Indonesia, serta anggota Senat Mahasiswa Balik Diwa Makassar maupun Alumni.

Comment

Leave a Reply

News Feed