by

5 Tersangka Sudah Berada Dalam Tahanan Jaksa Tunggu Putusan

Wartasulsel.net,_MAKASSAR- Lima berkas tersangka kasus pengeroyokan Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dikabarkan sudah rampung (P.21).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar, Kompol Agus Chaerul membenarkan hal tersebut.

“Itu malah sudah tahap dua ke Kejari Makassar. Penanganan selanjutnya sudah ditangan Kejari. Cuman para tersangka tetap ditahan di Rutan Polrestabes Makassar karena Rutan Klas 1 Makassar tidak terima tahanan selama pandemi ini. Jadi tersangka sudah berstatus tahanan Jaksa,” kata Agus via telepon, Rabu (13/5/2020).

Ia mengatakan hingga saat ini tak ada penangguhan penahanan tersangka meski kasusnya sudah ditangani Kejaksaan Negeri Makassar.

“Memang ada seorang tersangka yang sakit infeksi kelamin. Tapi karena tidak ada rumah sakit yang melakukan operasi penyakit selama pandemi corona. Tersangka tetap diberi obat di dalam sel,” ujar Agus.

Diketahui, kasus pengeroyokan yang dialami oleh Dosen Unsulbar, Andi Baso Faisal bermula saat ia mengecek lahan yang diklaimnya miliknya. Lahan tersebut berlokasi di Jalan Hertasning Baru.

Di lokasi tiba-tiba korban bertemu dengan salah seorang pelaku yakni Sahabuddin Dg Sijaya yang juga turut mengklaim lahan yang dimaksud.

Daeng Sijaya lalu mengajak korban ke satu tempat tidak jauh dari lokasi dan ternyata di lokasi tersebut terdapat rekan-rekan pelaku dan langsung menghajar korban.

Setelah kejadian, korban lalu melapor ke Polrestabes Makassar dan dengan sigap Tim Jatanras Polrestabes Makassar yang dipimpin Iptu Eka Bayu Budhiawan mengejar dan berhasil mengamankan para pelaku.

“Tim Jatanras menemukan beberapa senjata tajam di sekitar lokasi penangkapan. Ada parang dan busur,” jelas Bayu.

Dari hasil penyidikan akhirnya ditetapkan lima orang tersangka masing-masing Syahabuddin Dg. Sijaya, Herianto, Jamaluddin, Rudi Dg. Tinggi dan seorang lagi oknum Polisi yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO), inisial DS.

“Para tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman pidana 7 tahun penjara,” Bayu menandaskan. ((RUD/redws)

News Feed