by

ToT Kapasitas Kedamaian Guru untuk Mencegah Kekerasan di Sekolah

Wartasulsel.net, – Orang melakukan tindak kekerasan akibat konstruksi pikiran yang tidak damai,” demikian disampaikan Sahril Buchori, S.Pd, M.Pd di hadapan guru-guru peserta Training of Trainer (ToT) Panduan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Kedamaian Guru, yang diadakan di Perpustakaan SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Makassar, Sabtu, 15 Februari 2020.

Sebagai fasilitator, Sahril Buchori hadir bersama Suciani Latif, S.Pd, M.Pd dan Ahmad Kharum, S.Pd, M.Pd untuk memperkuat kapasitas guru-guru agar memiliki skill yang memadai guna menciptakan iklim kelas yang penuh kedamaian. Iklim kelas yang demikian, bisa menjadi bagian dari upaya pencegahan tindak kekerasan di sekolah.

Menurut Sahril, sejauh ini pelaksanaan kapasitas kedamaian itu sudah dilakukan namun belum berjalan secara maksimal. Karena itu, output dari pelatihan yakni guru akan menerapkan materi dan konsepsi yang sudah diterima selama sehari ini sehingga mereka nanti mampu menciptakan pedagogi kedamaian di kelas.

“Kuncinya, iklim kelas yang damai hanya bisa tercipta dari pedagogi kedamaian,” pesannya.

ToT ini dilaksanakan oleh Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Peserta terdiri dari guru-guru yang berasal dari SD Negeri Borong, SD Inpres Borong dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Faridah Iriyani.

ToT menggunakan modul dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Sekolah Pasca Sarjana UPI. Materi yang dilatihkan meliputi pemahaman tentang Hak Asasi Manusia (HAM), Undang-Undang Perlindungan Anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS PA), demokrasi, dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

“Materi pelatihan ini memang jadi kebutuhan sekolah karena mengajarkan nilai-nilai utama PPK, seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas,” kata Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, Kepala SD Negeri Borong.

Materi lain tentang mengenal dan menguasai keterampilan atau kapasitas kedamaian, meliputi komunikasi efektif dan resolusi konflik. Juga tentang mengenal dan memiliki sikap kedamaian, yang mrncakup empati, respek, demokrasi dan nilai-nilai keadilan.

Andi Etty Cahyani, S.Pd, guru SD Negeri Borong mengatakan bahwa ToT ini bermanfaat bagi dirinya sebagai guru. Bahkan dia mengusulkan agar pendidikan kedamaian ini dikaitkan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) agar lebih konkrit.

“Supaya kita bisa mencegah kekerasan dan bullying di sekolah,” terang Andi Etty Cahyani.

Sebagai sekolah yang telah mencanangkan diri sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA), ToT ini diharapkan akan mendukung langkah-langkah preventif yang secara terus-menerus diupayakan. Apalagi materi-materi seputar perlindungan anak diberikan, untuk memperkuat pemahaman guru terkait hak-hak anak.(*)

News Feed