by

HIPPERMAKU Apresiasi Kebijakan Menutup Ekspor Nikel

WARTASULSEL.NET – Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kolaka Utara (HIPPERMAKU) mengapresiasi langkah dan kebijakan pemerintah menutup ekspor nikel, namun HIPPERMAKU tetap menuntut kepada pemerintah agar Presiden mendorong investasi pembangunan smelter di Indonesia.

Larangan ekspor bijih nikel oleh Presiden Jokowi sangat diapresiasi oleh Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Kolaka Utara (HIPPERMAKU) mengingat bahwa Presiden sudah sangat paham dengan kepentingan Indonesia sehingga menutup ekspor bijih nikel.

“Kami sangat mengapresiasi kebijakan presiden terkait pelarangan ekspor bijih nikel tersebut, akan tetapi pemerintah harus memberi dorongan terhadap investasi smelter di Indonesia khususnya di Kolaka Utara mengingat bahwa Kolaka Utara juga merupakan salah satu daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah,” ujar Wawan Darmawan yang juga selaku Sekjend PP-HIPPERMAKU.

“Apalagi sekitar 44% cadangan nikel dunia berada di Indonesia. Melihat hal tersebut, jika pemerintah mampu konsisten dengan kebijakan menghentikan ekspor bijih nikel dan mampu mendorong investasi smelter di indonesia maka Indonesia bisa menjadi produsen litium terbesar di dunia,” pungkasnya.

Kebijakan Presiden Republik Indonesia terkait pelarangan ekspor bijih nikel akan mulai berlaku per tanggal 1 Januari 2020. (*)

News Feed