by

Kemana Arah Pemuda?

-Opini-157 views

Wartasulsel.net,- Makassar- Ketika berbicara tentang pemuda, terdapat sebuah kalimat yang cukup melekat pada pemuda, yaitu “masa depan suatu bangsa ada di tangan pemudanya.”

Sebab, pemuda yang berada pada rentang usia 16-30 tahun termasuk kategori usia produktif. Pada saat tersebut, seseorang dapat melakukan dan mencoba banyak hal. Termasuk memberikan kontribusi untuk memajukan bangsa.

Bahkan Presiden Soekarno sudah sejak dulu mengakui kemampuan pemuda untuk membangun bangsa. Dalam salah satu pidatonya Soekarno pernah berkata.

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Kalimat Soekarno tersebut menggambarkan seberapa besar perubahan yang mampu dibawa oleh pemuda. Jika 10 pemuda saja dapat mengguncang dunia, bayangkan jika seluruh pemuda Indonesia bersatu dan bekerja sama membangun Indonesia. Niscaya, masa depan cerah ada di tangan bangsa ini.

Untuk itu, Besar harapan saya kepada pemerintah saat ini untuk bagaimana memprioritaskan pembangunan dan peningkatan kualitas SDM dimulai dari pemuda.

Apalagi, saat ini peringkat daya saing Indonesia dalam laporan Global Competitiveness Index (GCI) 2019 turun ke posisi 50 dari posisi 45 pada tahun 2018. Daya saing Indonesia dimata dunia makin tertinggal jauh dari Malaysia, Singapura dan Thailand.

Hasil laporan GCI 2019 sepatutnya menjadi PR untuk pemerintah indonesia, Momentum Hari Sumpah Pemuda kali ini, Saya ingin kita semua sebagai elemen bangsa dapat belajar dan melihat bagaimana negara tetangga memfasilitasi dengan sangat baik para pemudanya, Pemerintah disana hadir dan menuntun pemudanya, Memberikan support sehingga pemuda di sana bisa terarah sesuai kebutuhan bangsanya.

Di negara tetangga ada fakta yang patut kita cermati bahwa anak usia 10 sd 17 telah mampu membuat kalkulator, komputer mini bahkan robot. Sedangkan mayoritas pemuda kita usia 20 sd 25 tahun masih sibuk mencari identitas dan karakter diri, Kita masih sibuk memikirkan pasca sekolah/kuliah mau kerja dimana.! Pasca sekolah/kuliah masih mondar mandir membawa ijazah.! Sampai kapan indonesia akan selalu tertinggal oleh negara lain.

Di tahun 2030 kita akan menyambut bonus demografi sudah saatnya pemerintah memfasilitasi dengan baik para pemudanya, Para pemuda harus berkarya bukan tinggal diam dan menerima hasil karya, Para pemuda harus ditempatkan sebagai pemberi manfaat bukan penerima manfaat.

Kita sepakat bahwa “Masa depan bangsa ada di tangan pemudanya” Lalu kenapa kalimat ini tidak sepenuh menyentuh program kerja pemerintah dan tidak pula dijadikan acuan dalam pengembangan kualitas SDM di Indonesia.

Mari berbenah dan Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda.

(RAF/redws)

News Feed