by

Hari Lahir Hipermata : Bukan Sebatas Perayaan!

Penulis : Susi Susanti (Kabid Pemberdayaan Perempuan PB Hipermata)

Wartasulsel. Net, – Manusia menurut fitrahnya diciptakan sebagai makhluk yang merdeka. Apalagi dalam fase -fase pencarian, pembentukan dan pengembangan jati diri sebagai pribadi yang mutlak membutuhkan kebebasan untuk mengaktualkan diri.

Begitupun dengan organisasi daerah yang dinamai Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar. Himpunan itu biasa disingkat dengan Hipermata. Dalam pasal 7 anggaran Dasar ditegaskan “Hipermata adalah organisasi yang bersifat independent.”

Namun, masihkah kader-kader dari organisasi daerah tersebut mempertahankan independesinya ditengah ego sectoral kader, polemik isu-isu tertentu, dibalik provokasi media, dihadapan kepentingan senior dan masalah-masalah lain yang hendak hinggap ditubuh hipermata? Tentu dari awal berdirinya himpunan ini, mulai tahun 1964 hingga sekarang tidak dapat dipungkiri telah mengalami jatuh bangun dari masa ke masa. Suatu nikmat tersendiri sampai hari ini hipermata tetap eksis, meskipun dengan segala permasalahannya.

Tepat 28 oktober bertambahlah usia Hipermata yang ke-55 tahun, Kali ini akan diperingati dengan beberapa rangkaian acara. Mulai dari Dialog budaya, pameran budaya hingga pentas seni yang dikemas dengan pilihan tema “Budaya Takalar dalam kacamata Hipermata.”

Sebagai salah satu kader Hipermata, penulis berharap acara peringatan Ulang tahun Himpunan ini terlaksana sebagaimana harapan dan segala usaha dalam menyukseskan kegiatan terbayar sebagaimana antusias panitia.

Diharapkan yang ikut serta dalam acara tidak sekadar terfokus pada acara pementasannya saja, tetapi lebih memahami esensi dibalik proses panitia selama perancangan konsep acara.

Pengulangan hari lahir ini diharapkan pula dapat memberi penguatan emosional antar kader komisariat, mengakomodir kader-kader yang tak kunjung aktif dikepengurusan, membuka peluang kesempatan kader dalam hal menjalin silaturahmi dengan pemerintah daerah, ikatan alumni hipermata, organisasi yang berkecimpung di lingkup Takalar maupun diluar Takalar dan paling penting meningkatnya komunikasi antar masyarakat dan kader hipermata.

Melalui peringatan kali ini, nilai-nilai transformasi kader semestinya diusahakan terwujud melalui kegiatan-kegiatan esensial. Tidak kalah penting, sebaiknya setiap kader perlu mengevaluasi kondisi internal lembaga.

Baik dari inisiatif kader komisiariat, majelis pekerja mubes maupun pengurus besar apalagi. Karena pada dasarnya, untuk mewujudkan kader transformative, sebaiknya, hipermata membuka diri dengan saran, komentar, kritikan dan celaan sekalipun.

Kedewasaan kader dalam berlembaga salahsatu capaian kemajuan suatu organisasi yang berstatus organisasi pelajar mahasiswa tersebut. Untuk itu, bertambahnya usia Hipermata diupayakan juga bertambahnya kualitas kader transformative.

Berdasarkan tafsiran konstitusi, kriteria kader yang ideal dikembangkan antaralain berintelektual (pore ripanngissengang), Komitmen (kontu tojeng), Jujur (lambusu kana-kananna), Tidak angkuh terhadap kedudukan (tena natampo) dan paling utama taat menjalankan perintah agama (tappa na tanjeng ripassuroanna Allata’ala.).

Perihal kader yang pandai mengevaluasi diri maupun himpunan akan mengarah pada pencapaian tujuan lembaga.

Perlu ditekankan kembali Hipermata merupakan organisasi daerah yang sejak awal pembentukannya telah menjadikan nilai islam dan nilai budaya sebagai sumber nilai, ,sumber inspirasi, motivasi dan pedoman dibalik jalannya roda organisasi. sudah semestinya hipermata menanamkan nilai-nilai kebajikan di ruang-ruang public maupun internalnya sendiri.

Akan lebih baiknya dalam pelaksanaan pengawalan, Ia sebagai mitra kritis pemerintah berarti terlebih dahulu harus merawat nama baik lembaga sendiri lalu mengobati kondisi internal jika sedang sakit kemudian melanjutkan pengawalan terhadap penyakit yang menjangkiti pemerintah daerah dan instansi-instansi dibawahnya.

Akhir dari penulis, Selamat ulang tahun Himpunanku.

Semoga ruang lingkupmu selamat dari kepentingan individu/golongan yang justru hobi mengatasnamakan namamu diluar kepentingan lembaga.

Semoga kader-kadermu tidak enggang berbenah intelektual sehingga terwujud insan akademis di butta Panrannuangta.
Semoga ego-ego sektoral kembali redup sehingga, tidak ada lagi kemungkinan perpecahan ditubuhmu.
Hipermata Jaya!
Hipermata Bangkit!.

News Feed