by

WALHI Desak Polda Sulsel Hentikan Tambang Galian Ilegal Di Kalukuang, Takalar

Wartasulsel.net, – Sejak adanya aktivitas tambang galian pasir dan tanah uruk sejak awal tahun 2018, warga di Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar kini telah resah dengan banyaknya debu yang mengganggu aktivitas warga setiap harinya.

Hal ini disampaikan oleh Hermanto Daeng Naja “sejak adanya ini tambang mulaimi banyak debu di Desa Kalukuang, padahal sebelumnya tidak ada, itukan mengganggu kesehatan masyarakat”. Selain itu, dia juga menambahkan bahwa bekas galian tambang juga telah menelan korban jiwa, “sudah ada 1 orang anak-anak yang jatuh dan meninggal disitu”. tambahnya.

Tambang galian ini juga tidak pernah melakukan sosialisasi sebelum beroprasi di Desa Kalukuang. Selain itu, pihak penambang juga tidak pernah memperlihatkan Izin dan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) kepada masyarakat sekitar. Diketahui, pemilik usaha tambang ini bernama H.Tarra. Hal ini disampaikan oleh Syamsuddin Daeng Sikki.

Ia menyampaikan, “Tidak pernah ada sosialisasi, tidak pernah juga diperlihatkan izinnya, apalagi AMDAL. Yang kami ketahui, mereka dulunya beroperasi di Desa Bonto Sunggu, tapi kenapa tiba-tiba pindah ke Desa Kalukuang”.

Daeng Sikki bersama masyarakat yang tergabung dalam “Aliansi Masyarakat Kalukuang Menolak Tambang” telah memasukkan laporan penolakan ke Pemerintah Kabupaten Takalar, Kapolres Takalar dan Juga Polda Sulawesi Selatan atas adanya dugaan mal administrasi yang dilakukan oleh pihak penambang.

“Namun sampai saat ini belum ada respon dari pemerintah dan pihak kepolisian, seolah-olah mereka semua menutup mata dengan persoalan ini, padahal banyak masyarakat yang dirugikan”, Tambahnya

Direktur Eksekutif WALHI Sul-Sel juga angkat bicara soal tambang ilegal yang ada di Desa Kalukuang, Muhammad Al Amin mengatakan “dalam RTRW Kabupaten Takalar, tidak ada zona tambang galian di Kecamatan Galesong, namun kenapa usaha tambang milik H.Tarra masih diloloskan oleh pemerintah”

Al Amin menambahkan “pihak Polda Sulawesi Selatan harus turun tangan melakukan penyidikan terhadap dugaan tambang ilegal yang ada di Desa Kalukuang, apalagi masyarakat yang resah dengan adanya aktivitas tambang tersebut telah melakukan pengaduan secara tertulis dan ditembuskan ke Polda Sulawesi Selatan”. (*)

News Feed