by

Sejarah Singkat Berdirinya Pesantren Tahfidz Qur’an Ukhuwah Muslimin, Gowa

Oleh : Syarifuddin Liwang
(Ketua Asosiasi Alumni pondok pesantren Se-Indonesia/ ASPOPENI)

Wartasulsel.net, – Sekitar tahun 1995 salah seorang tokoh masyarakat di dusun Samaya yang bernama H Syamsuddin ingin mewakafkan tanahnya untuk amal jariyah karena dia masih memiliki banyak sawah dan tanah lain.

Keinginan tersebut disampaikan ke beberapa temannya yang pada akhirnya ada salah seorang dari teman pak Haji Syamsuddin menyampaikan informasi baik tersebut ke pak Ustadz HASAN BASRI RAHMAN yang memang punya rencana untuk membangun Pesantren.

Singkat cerita dipertemukanlah antara Ustadz Hasan Basri Rahman dengan H Syamsuddin untuk membicarakan niat baik dari Haji Syamsudin dan terjadi kesepakatan dari keduanya dimana H Samsuddin menyerahkan tanahnya sebagai Wakaf( muwakif) untuk pembangunan Pesantren ke ustaz Hasan Basri Rahman sebagai penerima Wakaf ( Nazir).

Setelah resmi Ustadz Hasan menerima Tanah Wakaf tersebut dan mulai melakukan pembangunan yang kemudian pesantren ini diberikan nama Pesantren Syahidah yang diambil dari nama anak pertama Ustadz Hasan yang telah meninggal dunia sebagai bentuk kenangan.

Pada tahun 1997 pesantren Syahidah resmi menerima murid ,ada sekitar 20 santri yang mendaftar pada waktu itu dan yang menjadi penanggung jawab pesantren adalah bapak Muhammad Thahir (sekarang menjadi sekretaris Desa Romangloe kec Bontomarannu kab Gowa) pesantren ini sempat berjalan sampai tahun 2000 karena ada sesuatu hal sehingga pesantren ini vakum selama beberapa tahun.

Setelah ustadz Hasan Basri Rahman lebih banyak di Makassar beliau mengajak para pengurus PMS Sul-sel dan beberapa kadernya untuk mengaktifkan kembali pesantren yang ada di Samaya yang sudah fakum sekitar 9 tahun lebih.

Maka pada tahun 2009 ustadz Hasan Basri Rahman bersama beberapa temannya sekaligus pengurus PMS Sul-sel dan Makassar serta Gowa yaitu Almarhum Drs Ambo Sakka, Dr Muhammad Yahdi, MAg, Drs Muh Shaleh Sulaiman, MPd, Drs H Raju, SH, MH, Ir. Zulkarnain Muthalib, Jamaluddin Manda, SE.

Membangun kembali pesantren tersebut, yang kemudian nama Pesantren Syahidah yang sudah fakum diganti menjadi Pesantren TAHFIDZUL QUR’AN UKHUWAH MUSLIMIN SAMAYA KAB GOWA dengan direktur pertamanya Almarhum Drs Ambo Sakka.

Pada tahun 2011 Pesantren TAHFIDZUL QUR’AN UKHUWAH MUSLIMIN SAMAYA KAB GOWA resmi menerima murid ( santri dan santriwati) tingkat Tsanawiyah dan Aliyah, tetapi yang mendaftar pada itu waktu hanya untuk santri Tsanawiyah sehingga santri tingkat Aliyah baru ada setelah santri Tsanawiyah tammat dan melanjutkan ke tingkat Aliyah.

Pesantren TAHFIDZUL QUR’AN UKHUWAH MUSLIMIN KAB GOWA karena dibangun dari kemauan keras yang tidak memiliki modal dalam hal materi sehingga pembangunannya secara psikis sangat lambat, begitu juga santri dan pembina tahfiz keluar masuk, tetapi itu semua tidak mematahkan semangat pendiri dan para pengurus pesantren untuk senantiasa berbenah diri dan memaksimalkan ikhtiar.

Kiyai HASAN BASRI RAHMAN sebagai pendiri senantiasa berfikir untuk kemajuan pesantren ini (baik fisik, SDM, maupun santrinya) sehingga dia memberanikan diri untuk membebaskan tanah lagi meskipun harus berhutang dan sampai sekarang tanah itu belum lunas.

Untuk kemajuan pesantren ini dan tidak terkesan bahwa pesantren ini adalah milik Kiyai HASAN BASRI RAHMAN maka
Diawal tahun 2018 pesantren ini secara resmi kiyai HASAN BASRI RAHMAN menyerahkannya ke pengurus Persaudaraan Muslim Se Dunia (PMS) Sul-sel dibawah kepemimpinan Prof Dr Ir H Musbir Tahir, Msc sekaligus direktur pesantren yang di bantu oleh Ustaz Misbahudin Ak, SAg, MAg sebagai wakil direktur, Ust Drs Saifuddin Daud R sebagai sekretaris dan Dra Hj Mardiani j,M.Hum sebagai Bendahara Pesantren.

Meskipun pesantren ini secara resmi diserahkan ke pengurus PMS kiyai HASAN BASRI RAHMAN selalu pendiri selalu mengatakan kalau ada kendala silahkan melapor ke saya terutama masalah penggajian guru.

Sejak memakai nama Pesantren TAHFIDZUL QUR’AN UKHUWAH MUSLIMIN SAMAYA KAB GOWA terjadi beberapa kali pergantian direktur yaitu

1.Drs Ambo Sakka Almarhum
2.Drs Muhammad Nur ABDUH
3.Drs Saifuddin Daud R
4. Prof Dr Ir H Musbir Thahir, MSc

Adapun Alumni pesantren sudah banyak yang hafal Al Qur’an 30 juz dan anak dari kiyai HASAN BASRI RAHMAN 3 orang yang sudah hafal 30 merupakan alumni dari pesantren ini, salah satunya adalah Akmal Solihin yang kuliah di Al Azhar Kairo Mesir.

Makassar,5 Juli 2018/21 Syawal 1439 H

Sumber :
1. Pembicaran lepas penulis dengan Kiyai HASAN BASRI RAHMAN
2. Wawancara dengan Bapak Jamaludin Manda ( Kepala sekolah Madrasah Aliyah PPQ UM)
3. Wawancara dengan Bapak Ir Zulkarnain Muthalib ( kepada Madrasah Tsanawiyah PPQ UM)

Kunjungi Website Kami :

www.ponpesukhuwahmuslimin.com

News Feed