by

Akhlaq Adalah Pondasi Bangun Generasi Muda

Wartasulsel. Net,  – Kondisi masyarakat, khususnya anak-anak, remaja dan pemuda sepertinya semakin hari kian mengkhawatirkan. Budaya dan adat-istiadat, tidak lagi menjadi patokan dalam kehidupan, dan yang lebih parah, mereka malah jauh dari agama, yang seharusnya dijadikan pedoman dasar, baik dalam pendidikan maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ukuran akhlak para pemuda dan remaja masa kini, mestinya dibingkai dengan syari’at Agama Islam. Menjadikan Islam sebagai ukuran akhlak mulia dan meneladani Rasulullah SAW sebagai contoh terbaik.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Ahzab (33): 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Demikian halnya penegasan Allah dalam Al-Quran Surah Al-Qalam (68): 4

وَاِلنَّكَ لَعَلَئ خُلْقٍ عَظِيْمٍ

Artinya: Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.

Hadirin yang saya muliakan

Sebagaimana kita maklum bersama, masa depan bangsa kita, terletak pada generasi muda saat ini. Oleh karena itu, adalah kewajiban kita bersama untuk membangun generasi muda, dan pondasi yang sangat vital adalah akhlak. Jikalau baik akhlak generasi muda, Insya Allah masa depan bangsa dan negara kita akan cemerlang. Sebaliknya, jikalau akhlak dan moralnya rusak, hancurlah masa depan bangsa kita.

Dalam membimbing Rasulullah SAW, Allah SWT menanamkan terlebih dahulu akhlak yang mulia dalam diri beliau. Karena itulah, sejak kecil, beliau diberi gelar oleh masyarakat yaitu AL-AMIN yang artinya terpercaya. Generasi muda yang baik, adalah mereka yang sejak dini mempersiapkan dirinya menjadi generasi AL-AMIN, bukan generasi AL-KAZZAB atau pembohong. Orang tua dan para pemimpin hendaknya mendidik anak-anaknya untuk selalu jujur dalam setiap perkataan dan tindakannya.

Orang yang terbiasa hidup dalam kebohongan, maka hidupnya tidak akan pernah merasa tenang dan bahagia. Mereka senantiasa akan diliputi oleh kecemasan karena khawatir kebohongannya akan terbuka dan diketahui orang lain.

Sebaliknya, orang-orang yang senantiasa membiasakan dirinya bersikap jujur, maka itulah perhiasa yang tidak akan pernah pudar. Di manapun mereka berada, di lingkungan mana saja mereka bergaul, mereka akan mendapatkan tempat yang istimewa dan penuh kehormatan. Mereka yang selalu menjaga lidahnya dari perkataan bohong, bukan hanya berwibawa di tengah masyarakat, tetapi juga semakin mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW senantiasa berpesan kepada kita dalam hadisnya:

اِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ اِلَئ الْبِرِّوَاِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ اِلَئ الْجَنَّةَ وَاِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ اِلَئ الْفُجُوْرِوَاِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ اِلئ النَّارِ

Artinya: “Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan membawa kepada syurga. Dan sebaliknya kebohongan itu kepada kejahatan dan kejahatan mengantarkan kita kepada neraka….” (HR Bukhari No. 1119 dan Muslim No. 1542)

Saudara-saudara hadirin yang dimuliakan oleh Allah

Sebagai kesimpulan; Mari….! Kita bangun bangsa ini dengan membangun akhlak generasi mudanya; dan buah dari akhlak itu adalah 4 perkara utama; yaitu AMANAH (Terpercaya),SHIDDIQ (Jujur), FATHANAH (Cerdas), dan TABLIGH (Dakwah)

Semoga cermah singkat dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi diri saya. Terima kasih atas segala perhatiannya, mohon maaf atas segala kekurangan.

سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لَّا اِلَهَ اِلَّااَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

News Feed