by

Lidik Pro Dampingi Kasus Penipuan Berencana Melalui Pernikahan 

-Peristiwa-144 views

Wartasulsel.net,- Bulukumba -Pada Minggu 2019/07/16, Wandi warga Desa Seppang, Kec. Ujung Loe, Kab. Bulukumba mendatangi alamat sekertariat lembaga Lidik Pro di Jln. Cendana Kel. Caile, Kec. Ujung Bulu, Kab. Bulukumba untuk mempertanyakan kasus yang sedang dialaminya. Dia merasa tertipu karena pernikahan yang ia jalani hanya selama seminggu tanpa berhubungan layaknya sebagai suami istri. Hal ini telah disampaikan keluhannya kepada pemerintah desa setempat tepatnya di kantor kepala desa. Pihak keluarga perempuan membuat pernyataan akan mengembalikan kerugian. Biaya pernikahan yang mereka keluarkan dibuat oleh pemerintah setempat sehingga wanita yang ia nikahi ikhlas dan pasrah tidur selama 3 hari. Wanita itu kemudian justru memikirkan uang mahar biaya pernikahan yang saya bayar cukup lumayan banyak untuk dikembalikan. Dan ini terjadi jika wanita yang saya nikahi tidak mau serumah dan tak mau berumah tangga sampai mempunyai anak. Dan ternyata setelah itu wanita yang dinikahi Wandi hanya dalam sebulan, rela mengusir wandi dari rumah dan berkata jika meminta biaya pernikahan kembali dengan kesepakatan yang telah dibuat di kantor desa. Dan dengan segera tuntutan wanita tersebut meminta dikembalikan keperawanannya dan semuanya sudah impas,” ungkap Mull ketua pengkaderan daerah lidik Pro.

Kasus yang dialami lel. Wandi sedang kami proses dan lembaga kami sudah melakukan persuratan pengaduan di Polres Bulukumba dengan perihal Surat Lembaga kami yaitu meminta untuk meneliti kasus pernikahan terindikasi Penipuan Berencana. Surat pengaduan terkirim pada tanggal 29 Mei 2019. Dimana pihak lembaga kami pernah turun secara langsung mengajukan pertemuan ke tingkat desa untuk menghadirkan kedua belah pihak mempelai yang berperkara cek-cok rumah tangga juga dihadiri oleh keluarga masing-masing dan dihadiri oleh Bhabinkamtimmas.

Wanita yang dinikahi Wandi mengaku dalam pertemuan tingkat desa bahwa dirinya sangat keberatan dengan pernikahan karena dirinya tak mencintai Wandi. Dirinya rela duduk di pelaminan karena sudah terlanjur uang pernikahan diserahkan kepada keluarganya sehingga berniat habis menikah langsung pisah saja sambil didokumentasi lewat video lembaga kami. Dan kasus ini bukan cuma ini saja, bahkan ada kasus yang lebih buruk lagi terjadi. Pernikahan tanpa surat pengantar kantor KUA juga mencoba melakukan pengubahan pengantar dikantor desa setelah acara usai dua minggu dan pihak desa tak menyetujui. Dan alhamdulillah Polres Bulukumba menanggapi laporan pengaduan.
Dari hasil surat laporan pengaduan lembaga Lidik Pro ke Polres Bulukumba Ketua Kecamatan Gantarang Lidik Pro yakni Andank Syam mendatangi Polres Bulukumba pada tanggal 12 Juni 2019 kemarin untuk meninjau sampai sejauh mana laporan yang telah lembaga laporkan. Surat pengaduan tersebut telah didisposisi ke ruangan Kasat Reskrim Polres Bulukumba namun sayangnya kemarin Kasat Reskrim Polres Bulukumba masih dalam keadaan cuti.

(syamsir)

News Feed