by

Lsm Lidik Pro Nusantara Sambangi Polsek Sinjai Soal Kasus Penganiayaan

Wartasulsel.net- Hari kamis 2019 /06/13, Ketua investigasi Lsm Lidik Pro Nusantara bersama rombongan menyambangi Polsek Lappadata kecamatan sinjai tengah kabupaten sinjai, senin pukul 13:30 wita.

Harianto Syam selaku ketua BIN-LIDIK PRO (Badan Investigasi Nasional ) Lidik Pro menyampaikan maksud dan tujuannya dihadapan Kanit Reskrim Aipda Irman SH di ruang kerjanya bahwa kami dari Lsm Lidik Pro mau mempertanyakan sejauh mana penanganan Bapak selaku kanit reskrim polsek lappadata terkait kasus penganiayaan terhadap Pak Tahiro warga Desa Bonto yang diduga dilakukan oleh 4 orang pelaku dan sampai saat ini belum selesai, juga tersangka belum di lakukan penangkapan. Dengan laporan polisi LP/12a/V/2019/SPKT

Lanjut Harianto Syam mengungkapkan kami diutus oleh lembaga kami tuk menindaklanjuti laporan pengaduan salah satu masyarakat sinjai dengan tanggal perihal pengaduan 28, Mei, 2019. dirinya mengatakan bahwa orang tuanya habis dianiaya empat orang pelaku tempat kejadian di rumah Pak RK dan salah satu pelaku telah di tangkap namun telah di bebaskan karena ada yang tangguhkan dan pengaduan kronologisnya ia selaku anak korban merasa tidak puas dan akan mencari keadilan dengan cara melapor ke salah satu lembaga yaitu LSM Lidik Pro untuk didampingi bahkan didalam pengaduan Junar selaku anak korban kini ada indikasi para pelaku berniat menghilangkan fakta bukti.

Akhirnya pengaduan yang kami terima kami tindak lanjuti dan berangkat ke kabupaten sinjai melakukan Investigasi kebawah, dan dari hasil laporan pengadu“ kami kembangkan ternyata para pelaku ada niat menutupi fakta bukti pendukung pengeroyokan dan kami sudah kantongi berupa video dan rekaman.

Selain itu para pelaku memaksa pemerintah setempat agar RT segera menjemput korban, dengan ungkapan jika korban Tahiro tidak dihadirkan maka pelaku sendiri yang datang kerumah korban dan menyeretnya tetapi nyawanya akan dihilangkan.

Selain itu anak korban yakni Junar menuturkan ayahnya dilapor balik pengancaman karena sebelum terjadi pengeroyokan di rumah pemerintah RK, korban diindikasikan telah mengancam pelaku dengan sejenis parang kebun.

Lanjut anak korban yakni Junar (26) mengatakan jangan sampai mereka menggunakan akal rekayasa laporan balik agar ditukarkan dengan lp yang sudah kami jalani, bahkan parang kebun kami diambil oleh khabinkamtibmas setempat dirumah kami, tanpa surat tugas dan surat sita.

Ungkap Kanit Reskrim Aipda Irman SH diruang kerjanya terkait persoalan kasus Tahiro sementara masih dalam pengembangan dan akan diusahakan dalam minggu ini segera selesai, bahkan berkasnya sudah masuk di Kejaksaan Negeri Sinjai dan pengambilan parang dirumah Tahiro tanpa surat sita terkait perintah lewat telefon saja karena Aipda Irman SH habis kecelakaan makanya tidak sempat memberikan surat sita karena terlaporpun melapor sehabis kejadian pengeroyokan, lalu terkait pembebasan pelaku itu karena pelaku di tangguhkan oleh istrinya dan Kapolres Sinjaipun menyetujui. (JAIS)

News Feed