by

Tolak People Power, PMII SULSEL Gaungkan Gerakan Indonesia Damai Menuju Kebangkitan Nasional

-Peristiwa-21 views

Wartasulsel.net,- Makassar- Senin, 20 Mei 2019 lebih dari seratus peserta dialog dari beberapa elemen mahasiswa se-Makassar menghadiri kegiatan Dialog dan Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan Pengurus Koordinator Cabang, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Sulawesi Selatan. dengan Tema “People Soft : Gerekan Indonesia Damai Menuju Kebangkitan Nasioanal”, yang digelar di Hotel Amaris Panakukang, Makassar.

Turut hadir sebagai pembicara Ketua NU Sulawesi Selatan DR. KH. Hamzah Harun Al Rasyid., Lc, Pdt. DR. Diks Pasande, AKBP. Darwis (Perwakilan Polda Sulsel), Imran Eka Saputra., SH., MH.

Dialog yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu diselenggarakan dengan maksud untuk mengajak seluruh masyarakat Idonesia khususnya di Sulawesi Selatan dan kader-kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sulawesi Selatan untuk tetap berdiri di garda terdepan demi menjaga kedaulatan rakyat, persatuan dan kesatuan bangsa pasca terselenggaranya pemilu dan pileg beberapa minggu yang lalu, serta siap menjadi patron untuk menyuarakan perdamaian ditengah-tengah kondisi bangsa yang mengalami kemerosotan identitas kenegaraan.

Ahmad Sirajul Munir selaku ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sulawesi Selatan, mengatakan sebagai generasi muda yang peduli akan keutuhan bangsa dan negara sudah seyogyanya kita berkomitmen untuk meneruskan titah perjuangan para pendiri bangsa dan mempertahankan Tanah Air.

Lanjutnya, dengan menyuarakan gerakan Indonesia damai yang tetap berada dalam situasi yang kondusif serta demokratis dan berupaya memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan wacana destruktif dan gerakan konfrontasi yang dinilai inkonstitusional.

Yang marak diteriakan akhir – akhir ini sebagai gerakan People Power yang nantinya akan digelar pada 22 Mei 2019 di gedung Bawaslu Jakarta yang bermaksud melegitimasi gerakan menggugat hasil Pemilu yang disinyalir akan memecah belah persatuan bangsa dan negara tegasnya.

Yang dimana gerakan inkonstitusional itu diindikasikan akan ditunggangi dan dimanfaatkan oleh ormas – ormas radikal yang anti terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa, pungkasnya.

News Feed