by

Tambang Liar di Bone Tumbuh Subur. Lokasi Baru Bermunculan, Bahaya Abrasi Mengancam

Warrasulsel.net,- WATAMPONE – Tambang liar seperti penggalian pasir di sepanjang Sungai Candrana, yang melintasi Kecamatan Cenrana dan Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, hingga saat ini masih terus beroperasi. Selsasa (30/4/2019)

Padahal warga berulang kali memprotes kegiatan tersebut. “Ribuan rumah warga di sekitar sungai terancam hanyut,” ujar Akmal (43), warga Desa Lea, Kecamatan Cenrana,

Menurut Akmal, setidaknya Sepuluh perusahaan tambang beroperasi di kawasan tersebut. Di desanya, dia menuturkan, empat kapal pengeruk pasir beroperasi setiap hari. Operator kapal mengabaikan protes warga.

Aktivitas tambang pasir ini dikeluhkan warga karena khawatir akan membawa dampak buruk bagi lingkungan.

“Sudah sangat mengkhawatirkan karena jalan hancur setelah sungai di sekitarnya dikeruk. Kalau kondisi seperti ini dibiarkan maka jalan akan semakin hancur .Yang kami takutkan jalan di sekitar lokasi tambang tersebut tenggelam dan akses transportasi akan terputus,” kata Akmal, seorang warga setempat.

Yang disayangkan kata Akmal, meski kehadiran tambang itu akan membawa dampak buruk bagi lingkungan, pihak pemerintah dan aparat penegak hukum terkesan seolah tutup mata.

“Seharusnya pemerintah turun tangan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, karena kalau dibiarkan terus menerus jalan ini akan terputus, apalagi di sekelilingnya ada rawa,” beber Akmal.

Keresahan atas aktivitas tambang juga dirasakan warga Desa Lea Kecamatan Tellu Siattinge. Warga setempat resah karena aktvitas tambang pasir di sekitar mereka sudah menimbulkan kerusakan lingkungan yang cukup parah. Beberapa lahan yang ditempati rumah warga tergerus dan membahayakan penghuni di atasnya

Rumah saya dindingnya sudah ambruk dari depan sampai belakang dan masih banyak lagi rumah yang menjadi korban akibat tambang ilegal.”Tutup Akmal

(IKF/redws)

News Feed