by

Kementerian Pertanian Sosialisasi Juknis dan Workshop di Makassar

Wartasulsel.net, – Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian gelar sosialisasi petunjuk teknis dan workshop percepatan kegiatan sayuran dan tanaman obat 2019, di Hotel Four Points Makassar, Senin (13/3/2019).

Pada kegiatan ini jumlah peserta sebanyak 50 Orang yang terdiri dari 16 orang dari Kabupaten/Kota Sulawesi Selatan dan 34 Orang dari Provinsi Wilayah Indonesia Timur. Turut hadir pula Muhlis Mori Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel.

Kegiatan peningkatan produksi sayuran dan tanaman obat dilakukan melalui fasilitasi bantuan dalam rangka pengembangan kawasan bawang merah, dan fasilitasi bantuan dalam rangka pengembangan kawasan aneka cabai.

Kegiatan peningkatan produksi sayuran dan tanaman obat dilakukan melalui fasilitasi bantuan dalam rangka pengembangan kawasan sayuran lainnya (bawang putih), fasilitasi bantuan dalam rangka pengembangan kawasan sayuran dan tanaman obat di wilayah perbatasan, fasilitasi teknis dalam rangka mendukung produksi sayuran dan dan tanaman obat.

Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, DR. IR. Moh Ismail Wahab dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui pemahaman kegiatan dan komponen-komponen kegiatan tersebut diharapkan pelaksana akan mampu melaksanakan kegiatan pengembangan hortikultura dengan benar dalam rangka mendukung terwujudnya kedaulatan pangan dan sistem pertanian bio industri berkelanjutan guna peningkatan kesejahteraan petani, ujarnya.

Oleh karena itu, komitmen yang penuh serta sinergisme yang menyeluruh oleh seluruh pemangku kepentingan yang terkait juga diperlukan dalam mengawal capaian kinerja dan pengembangan sub sektor hortikultura.

Kerjasama terpadu antar unit-unit kerja terkait mulai dari tingkat Pusat, Propinsi sampai ke tingkat Kabupaten / Kota. Dengan partisipasi petani secara aktif
diharapkan dapat tercipta suatu sinergi guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera khususnya petani melalui pengembangan sistem usaha tani
hortikultura berkelanjutan, tandasnya.(RAF)

News Feed