by

Berakhir di Tembok Jeruji Setelah Melakukan Tindakan Asusila

-Kriminal-89 views

Wartasulsel.net,- Gowa- Seorang pria berinisial MR (64th) adalah seorang warga Dusun Paku Desa Julubori Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa kini meringkuk di kantor Polres Gowa.

Lel.MR yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini, diamankan pasca menyerahkan diri pada Senin (25/02) malam melalui pihak keluarganya ke Polsek Pallangga karena telah berbuat tidak senonoh terhadap dua perempuan, yakni Per.VW (14th) dan Per.AA (18th) yang juga merupakan warga Dusun Paku Desa Julubori Kec. Pallangga Kab. Gowa.

Hasil ungkap itupun dipaparkan langsung oleh Kasubbag Humas Polres Gowa Akp M Tambunan didampingi Kanit PPA Aiptu Hasmawati saat menggelar press conference, Rabu (27/02) siang.

“Polres Gowa melalui Unit PPA kini menetapkan Lel.MR (64th) sebagai tersangka atas perbuatan tidak senonoh yang dilakukannya terhadap dua perempuan, dimana salah satu diantaranya masih anak dibawah umur,” terang Kasubbag Humas.

Adapun kronologis kejadian berawal pada Minggu (24/02) siang, saat pelaku mendatangi rumah korban untuk mengundang ibu korban hadir dalam acara syukuran di rumahnya. Namun karena ibu korban tak di rumah, niat jahat pun timbul dibenak pelaku, sehingga ia langsung menghampiri korban Per.AA, lalu memegang dan mencium pipi korban yang saat itu duduk di depan TV.

Korban yang merasa keberatan dan marah pun menyuruh pelaku keluar, namun pelaku marah dan mengucapkan kata genit ke korban, bahkan kembali melakukan perbuatan asusila kepada korban dengan menyentuh fisik.

Sementara itu, korban Per.VW yang statusnya adalah adik Per.AA diketahui telah lebih dulu menerima tindakan asusila dari pelaku Lel. MR, dimana pelaku dan korban masih berhubungan keluarga.

“Jadi, korban Per.VW sudah lebih dulu menerima perlakuan asusila dari pelaku Lel.MR sebanyak dua kali. Pertama, di teras rumah korban dengan menyentuh fisik korban. Kedua, saat korban membuang sampah dan bertemu pelaku yang langsung melakukan tindakan asusila kepada korban,” jelas Kasubbag Humas.

Sejumlah barang bukti pun berhasil diamankan sebagai barabg bukti, diantaranya 2 lembar baju korban milik VW, 2 lembar rok warna coklat dan biru milik VW, 1 lembar baju warna putih milik AA, 1 lembar rok coklat milik AA dan 1 lembar jilbab coklat milik AA.

“Pelaku kini dijerat dengan Pasal 82 jp Pasal 76e UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tambah Kasubbag Humas Akp M Tambunan.(*)

News Feed