by

Wantimpres: Berita Miring dan Bohong ke Pemerintah Harus Dilawan

-Opini-134 views

Wartasulsel.net,- JAKARTA : Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto mengimbau agar masyarakat berani bersikap untuk melawan berita bohong (hoax) yang sengaja disebarkan untuk memecahbelah bangsa Indonesia, terutama jelang Pemilihan Presiden (pilpres) 17 April mendatang.

“Kalaua ada berita yang tidak benar dan tidak berdasarkan data serta fakta, kita harus siap melawannya. Lawan, karena berita ini dibuat untuk menjatuhkan petahana Presiden Joko Widodo yang telah bekerja dengan tulus bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” kata Sidarto dalam sambutannya pada Deklarasi Dukung #01 Presiden Jokowi, di Balai Sarwono, kemarin (24/2).

Sidarto yang juga Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasiona (TKN) mengatakan berita bohon ini banyak tersebar di media sosial, grup WhatsApp, twitter dan lainnya.

“Masyarakat harus melihat kenyataan yang terjadi sebenarnya di lapangan,” jelas Sidarto.

Sidarto mencontohkan, untuk pertumbuhan ekonomi kini Indonesia masuk menjadi kekuatan utama di Asia Tenggara dan diprediksi pada tahun 2023 akan menjadi salah satu negara maju di dunia.

Dalam kesempatan itu hadir pula Staff Khusus Presiden Ali Muchtar Ngabalin yang menambahkan bahwa penggunaan ayat-ayat suci Al Quran yang dilakukan oleh tim sukses pasangan Prabowo-Sandi sudah sangat keterlaluan dan tidakn pada konteksnya.

“Masa ada doa yang menyatakan ‘kalau tidak memenangkan kubu sebelah, tidak ada lagi yang menyembah Allah SWT. Ini kan doa perang badar masa dipotong-potong untuk kepentingan politik. Ini penistaan yang sebenarnya,” tambah Ngabalin.

Ngabalin melanjutkan, pembohongan public yang dilakukan oleh kubu 02 jelas sudah melanggar etika kampanye politik, karena mobilisasi yang dilakukan bertujuan untuk konfrontasi bukan bertujuan damai,” kata Ngabalin.

Sementara itu, lebih dari 300 alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 12 Jakarta menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon (paslon) nomor 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Hal itu demi keberlangsungan pembangunan yang bersih dari korupsi dan merata di seluruh Indonesia.

Ketua Panitia, Chandra Nurdin Nasution deklarasi terhadap paslon 01 dilakukan sebagai bentuk sanggahan bahwa tak semua alumni SMPN 12 menyatakan dukungan terhadap paslon nomor 2.

“Sandiaga Uno memang alumni SMPN 12, tapi hal itu tak otomatis kami mendukung paslon no 2. Karena pilihan politik itu bebas memilih siapa saja,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya mendukung paslon nomor 1 karena hasil kerjanya selama hampir 5 tahun terakhir ini memberi manfaat bagi masyarakat. Hal itu terlihat pada pembangunan infrastruktur, mulai dari bandara, jalan tol dan jalan yang mendekatkan antar kota.

“Kami ingin pembangunan nyata semacam ini bisa terjadi di semua kota. Transportasi yang lancar akan mempermudahkan warganya dalam mengembangan perekonomian. Sehingga pertumbuhan kota terjadi dimana-mana,” tuturnya.

Sidarto menambahkan Indonesia menjadi lebih maju dibawah kepemimpinan Joko Widodo. Hal itu terlihat pada pembangunan infrastruktur yang menjangkau hingga pelosok negeri. “Jika pembangunan ekonomi merata di seluruh Indonesia, setiap anak bangsa bisa berupaya di kotanya masing-masing. Tak perlu ke kota untuk mencari kerja. Tetapi bagaimana membangun di kotanya sendiri,” kata Sidarto.

Ia berharap komunitas semacam alumni SMPN 12 Jakarta ini bisa menjadi corong bagi masyarakat tentang prestasi yang sudah diraih Presiden Jokowi. Dengan demikian, mereka ikut mendukung Paslon nomor 0 1.

“Kalian bisa mulai melakukan pendekatan mulai dari keluarga sendiri, lingkungan rumah hingga pertemanan. Termasuk, meluruskan info-info yang tidak benar atau hoaks tentang Presiden Jokowi, yang saat ini begitu marak di media sosial,” ucap Sidarto menandaskan.

Selain deklarasi, alumni SMPN 12 Wijaya Jakarta itu juga menggelar bakti sosial berupa pasar murah bagi warga yang membutuhkan, selain kegiatan pengasapan (fogging) untuk mencegah demam berdarah di beberapa wilayah di Jakarta Selatan.(kentos artoko)

News Feed