by

Dialog Economic Outlook Perspektif Kepala Daerah, PB HMI undang ‘Dany’ Pomanto

WARTASULSEL.NET – Dialog Economic Outlook Perspektif Kepala Daerah yang diselenggarakan oleh PB HMI 2018-2020 di sekretariat PB HMI jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan kali ini menghadirkan Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto sebagai narasumber, Sabtu (2/2).

Dalam pembukaan yang dihadiri oleh Ketua Umum PB HMI, R. Saddam Al Jihad, unsur ketua bidang, serta fungsionaris PB HMI. Moderator mengatakan alasan mengapa Makassar yang pertama kali diundang, sebab dalam beberapa tahun terakhir Makassar sebagai centrum Indonesia Timur memperlihatkan trend pertumbuhan ekonomi yang positif diatas angka 8%, jauh diatas pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di sekitar angka 5%. Begitupun IPM kota Makassar yang menunjukkan angka signifikan yakni di sekitar angka 82%. “Sementara itu, Makassar dibawah kepemimpinan Mohammad Ramdhan Pomanto juga sangat memberikan ruang bagi para pemuda untuk berkreasi, sesuai visi PB HMI yang ingin mendorong kaum muda untuk lebih aktif dalam pembangunam bangsa”, ungkap Andra, Wasekjen PB HMI selaku moderator.

Dalam sambutannya, Saddam dalam hal ini Ketum PB HMI sangat mengapresiasi atas kehadiran Walikota Makassar di sekretariat PB HMI. Ia pun menuturkan bahwa Makassar telah berhasil sebagai kota corong Indonesia Timur dalam mengimplementasikan Revolusi Industri 4.0 dan ini dijadikan Roul Model oleh HMI dalam menyambut Society 5.0 yang di berbagai negara seperti jepang telah diterapkan. Menurutnya, Makassar banyak memberikan contoh terkait aktivitas kepemudaan yang produktif. Selain itu tata kelola pemerintahan sebagai acuan kemajuan kota Makassar patut dicontohi sehingga PB HMI sangat bangga atas prestasi Walikota Makassar sebagai salah satu kepala daerah terbaik di Indonesia dengan berbagai penghargaan selama memimpin kota Makassar bisa hadir langsung untuk berdiskusi di sekretariat PB HMI.

Dalam sesi diskusi, Walikota Makassar memaparkan sejarah bangsa Indonesia, karena menurutnya bila hendak memajukan suatu daerah atau sebuah bangsa, pemimpin harus mengenali terlebih dahulu daerah atau bangsa yang dipimpinnya. Dany Pomanto, sapaan akrab Walikota Makassar pun melanjutkan bahwa tata kelola pemerintahannya mulai dari RT/RW hingga SKPD yang untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat melalui program pemerintah maka membutuhkan keharmonisan di antara sesama birokrasi dalam lingkup Pemerintahan. Beliau memaparkan beberapa program yang menjadi unggulan kota makassar seperti Ekonomi Lorong, Jagai Anakta, Makassar Smart City dan banyak program yang lainnya yang mendapat apresiasi dari masyarakat dan publik Indonesia. Beberapa metode leadhership dalam mengelola pemerintahan dengan brand, jantung dan sel melalui Touching Hearth Protocol, pendekatan dan strategi serta antisipasi pemerintah dalam tanggap bencana pun turut diungkapkan oleh Walikota Makassar tersebut.

“Alhamdulillah dengan model seperti ini, dengan kecanggihan teknologi, kita sebagai pemerintah bisa menyampaikan ke masyarakat akan kemungkinan akan datangnya bencana alam sehingga bisa meminimalisir korban dan Alhamdulillah musibah banjir yang baru-baru ini terjadi di kota Makassar tidak ada korban jiwa”, lanjutnya.

Ia pun menambahkan bahwa trend pertumbuhan ekonomi Makassar makin membaik, inflasi yang cenderung stabil PAD meningkat 50% dari semula tahun 2014 hanya kisaran 500M. “Alhamdulillah makin meningkat dari tahun ke tahun dan saat ini sudah mencapai 1,3T lebih dan Insya Allah akan terus meningkat”, ungkapnya di sela-sela dialog.

Dany pun juga berharap untuk perayaan milad ke-72 HMI nanti dipusatkan di Makassar. Terlebih lagi, digitalisasi dalam mengelola pemerintahan sudah dilakukan sehingga memudahkan dalam sistem tata kelola sistem pemerintahan di Kota Makassar. Bukan hanya itu, Makassar juga tidak hanya peduli pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga terhadap lingkungan. “Alhamdulillah diperiode Pak Dani Pomanto ia telah membuat konsep yang telah ia jalankan dengan konsep Lihat Sampah Ambil. Sampah itu tidak hanya dipungut lalu dibuang untuk lingkungan bersih, lewat itu juga masyarakat diharapkan menerima manfaat secara ekonomi. Banyak indikator yang telah dicapai, kita harus bangga memiliki Walikota seperti beliau”, tutup Abdul Muis, Ketua Bidang Ekonomi Pembangunan nasional PB HMI. (*)

News Feed