by

Catatan di Hari Peringatan Anti Korupsi

-Opini-321 views

Wartasulsel.net,- Peringatan hari Anti Korupsi tepatnya jatuh pada tanggal 9 Desember 2018, yang dimana hari pengecaman para penjahat borjusi elitis birokrasi negara yang begitu kejam menjalankan sistem kenegaraan sampai menelanjangi segala aturan demi kepentingan pribadi. Melihat kondisi dan situasi Indonesia saat ini yang di ambang kasus korupsi, tentunya kita sebagi pemuda nasionalis akan tetap turut andil terhadap perjalanan masa depan bangsa ini yang di fasum oleh kasus korupsi secara berjamaah dan absolut.

Hari anti korupsi adalah momentum penegasan yang sebagaimana kita regenerasi penerus bangsa hari ini akan tetap menunjukkan sikap resistensi terhadap tikus-tikus birokrat yang membawa virus mematikan terhadap rakyat dengan secara perlahan. Mari kita kembali mengingat berbagai macam kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, yang dimana secara langsung melibatkan diri dalam perbuatan yang keji tak lain adalah penguasa yang umumnya kita dapatkan wakil rakyat, dan hal ini tentunya bukan hal asing kita dengar dan saksikan, baik di depan mata maupun dilayar kaca televisi. Hampir setiap hari berita tentang korupsi atau koruptor menghiasi halaman utama media-media baik nasional maupun lokal. Peraktek korupsi yang terjadi dinegara ini diibaratkan penyakit turunan dari generasi ke generasi selanjutnya yang berada pada pusaran pemerintahan, dan tentunya hal ini sulit dibasmi apabila tidak ada kesadaran masing-masing pribadi dari para penguasa dan pemerintahan yang memegang peranan di negeri ini.

Dan sebagaimana mestinya hal ini tentu saja kita ketahui bahwa korupsi adalah suatu perilaku yang begitu buruk dan berdampak pada kelangsungan hidup rakyat untuk mencapai kesejahteraan umum. Memang hal ini sungguh menyedihkan dengan adanya prilaku korupsi, sebab umumnya adalah politisi sebagai tempat menggantungkan harapan rakyat namun saja, ia cenderung menyelewengkan kebijaksanaan pemerintah, baik dilembaga legislatif, eksekutif, maupun yudikatif yang sering menguntungkan diri sendiri dengan metode sogok menyogok untuk melancarkan (mission robber completet).

Memang prilaku koruptor agak lucu ketika dipikirkan, tapi kelucuanya tidak membuat kita tertawa, sebab ada kesensaraan yang begitu besar yang mengompol didalamnya. Tentu saja kita ketahui bahwa koruptor itu adalah orang-orang hebat yang sebagaimana kutipan monolog Butet Kertaradjasa bahwa “Koruptor ternyata bukan sejenis maling, karena mereka adalah orang penting, buktinya mereka akan diperlakukan secara khusus dan diminta dengan hormat menggunakan seragam khusus, rancangan model dan warnanyapun berbeda dengan kostum maling pada umumnya, meskipun dibagian punggung ada embel-embel korupsinya, namun siapa saja yang memakai seragam khusus itu, hanya akan menegaskan bahwa ada perlakuan khusus sebagai maling resmi. Minimal ada kesan terhadap koruptor bahwa derajatnya lebih tinggi dalam tradisi pencuri yakni “The Elitist Robber”.

Maka kita sebagai rakyat yang mencintai negeri ini, sudah sepatutnya melawan korupsi dengan cara kita sendiri, salah satunya dengan mendukung institusi yang bekerja memberantas korupsi dan mendukung kebijakan yang memberikan efek jera kepada koruptor yang biasa disebut tikus berdasi atau tikus kantor. Dan cegahlah dimulai dari diri sendiri dalam lingkungan masing-masing dengan cara bersikap jujur dan bertanggung jawab, sebab korupsi dapat terjadi karena tak adanya kejujuran dan tanggung jawab yang tertanam dalam diri seorang koruptor.

Mari lawan korupsi dengan senjara persatuan, namun jangan diam hanya dijadikan tontonan, teriakkan apa yang patut kita teriakkan selama teriakan itu membangun, tuntut apa yang patut kita tuntut selama tuntutan itu produktif, dan kritik apa yang sepantasnya perlu kita kritik selama atas dasar kemajuan Bangsa dan Negara yang lebih baik dari sebelumnya.

Kontributor : Arlan

(RAF/redws)

News Feed