by

A. Khaidir Arifuddin Kaban Kesbangpol Pinrang Berikan Materi Mengenai Politik, Ekonomi, Sosial Budaya Dan Hamkan

Wartasulsel.net,- Pinrang – Kegiatan pembinaan dan penguatan kelembagaan adat dan budaya masyarakat tingkat Kabupaten Pinrang, yang dilaksanakan di The M Hotel jalan Jendral Sudirman Kelurahan Maccorawalie Kecamatan Watang Sawitto akan dilaksanakan selama dua hari.

“Pembukaan kegiatan pembinaan dan penguatan kelembagaan adat dan budaya masyarakat tingkat Kabupaten Pinrang tersebut akan dimulai pada hari kamis tanggal 06 Desember 2018 pukul 13.30 wita dan berakhir pada tanggal 07 Desember 2018”.

“Acara ini dihadiri oleh asisten 1 Drs.H.Andi Risman Laupe M.Si bersama asiisten 2 Drs. Andi Bau Sawerigading, Kaban Kesbangpol Andi Khaidir Arifuddin, SE.M.Si, Kepala bidang kelembagaan Hj. Normah, Kadis PMD Haeruddin Hamid S.Sos, dan para peserta yang ikut pembinaan berjumlah kurang lebih 50 orang”.

“Pemateri kegiatan Pembinaan Dan Penguatan Kelembagaan Adat Serta Budaya Masyarakat Kabupaten Pinrang Andi Khaidir Arifuddin SE.M.Si Kaban Kesbangpol Pinrang saat ditemui mengatakan, “isi dari materi yang akan saya bawakan nantinya ini akan membahas tentang pedoman penataan lembaga, bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam”.

Andi Khaidir menjelaskan bahwa jika berbicara mengenai pedoman penataan lembaga itu, ” harusnya kita selalu berdasar pada Permendagri No 5/2007 tentang pedoman penataan lembaga kemasyarakatan yang menyebutkan bahwa Lembaga adat adalah Lembaga kemasyarakatan baik yang sengaja dibentuk maupun yang secara wajar telah tumbuh dan berkembang di dalam sejarah masyarakat”.

Dia lanjutnya, ada 4 (empat) faktor yang sangat mempengaruhi kulture budaya dan perlakuan kita saat ini yaitu pertama bidang Politik untuk bidang poltik ini akan selalu membahas tentang perkembangan situasi politik dalam menghadapi pemilu tahun 2019.

Dimana masing-masing parpol akan mengusung dan memantapkan kandidat calon legislatip dan pilpres yang akan bersaing untuk mendapatkan simpati dari masyarakat dan pendukungnya.

“Yang kedua bidang ekonomi dimana bidang ini masyarakat yang terlibat didalamnya harus tau akan perlunya mengantisipasi pasang surutnya harga gabah yang tidak stabil sehingga perlu melakukan oprasi pasar”, Andi Khaidir ungkapnya.

Hal-hal yang perlu diantisipasi adalah, “ketersediaan pupuk bagi petani di Kabupaten Pinrang, berhati-hati dengan investasi online atau program-program yang mengatas namakan BANK Dunia dan penipuan berkedok travel haji dan umrah yang menawarkan harga murah”.

“Yang ketiga bidang Sosial Budaya dalam bidang ini beberapa permasalahan mengenai lahan/tanah dan areal persawahan masih sering terjadi perkelahian antar kelompok masyarakat apabila tidak diantisipasi oleh aparat terkait. Hal-hal yang perlu diwaspadai adalah persoalan bencana alam seperti angin puting beliung, penyalah gunaan miras yang sering menimbulkan konflik, peredaran narkoba di kalangan remaja dan anak sekolah serta bahaya kebakaran”.

Dan yang terakhir adalah bidang Hamkan dalam bidang hamkan ini sendiri banyak membahas persoalan konflik diantaranya pencurian ternak yang masih marak khususnya di daerah pegunungan, masih seringnya terjadi perkelahian antara kelompok dan hal-hal yang dilakukan untuk mengantisipasi kejadian tersebut adalah mengaktifkan kembali pos siskamling serta memantau keberadaan orng asing di wilayah masing-masing”, Andi Khaidir tutupnya dalam pemberian materi.

(CLT).

News Feed