by

Kampanye Hitam Merusak Persatuan Bangsa

Wartasulsel.net,- Jakarta – Pengamat Terorisme Stanislaus Riyanta berbicara tentang kampanye hitam atau black campaign pemilu 2019. Kampanye hitam itu merusak reputasi seseorang yang tujuannya untuk menurunkan kepercayaan publik terhadap orang tersebut, dalam konteks tertentu kampanye hitam disebut agitasi, atau serangan kepada orang tertentu.
“Kampanye hitam akan dimanfaatkan juga dan harus dicegah karena dampaknya akan buruk bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Isu yang paling sering digunakan dalam kampanye hitam adalah indentitas SARA ( Suku, agama, ras dan antar golongan ) . Kampanye hitam dilarang untuk dilalukan karena bisa berdampak menjadi konflik horizontal atau perpecahan di masyarakat, “ kata Stanislaus Riyanta,

Senin ( 12/11/2018).

Dengan demikian, Stanislaus berbicara baiknya kandidat pilpres tetap menjaga kesatuan dan persatuan dengan berkampanye yang baik. “Kampanye itu harus mengutamakan program kerja dan tetap menjaga kebhinekaan. Jika Paslon ketahuan menggunakan kampanye hitam maka harus diberi sangsi, dan hukuman harus dijalankan dengan tegas.”

Ia mengatakan secara langsung, “sampai saat ini paslon belum terbukti ada yang menggunakan kampanye hitam, tapi maraknya hoax dimasyarakat bisa digunakan sebagai pemicu tindakan negatif campaign.”

(Muayah)

News Feed