by

Hidupnya Dari Barang Bekas

Wartasulsel.net,- Galesong, Mengumpulkan barang bekas, lalu dijual bagi sebagian orang menganggap pekerjaan itu adalah Pengulung. Itulah yang dilakukan Dinda Ne’nang, sebagai rutinitas wajib dalam kehidupannya setiap hari di Bayowa Desa Galesong Kota, Galesong,26/10/18.

Tiga puluh tahun lebih Dinda Ne’nang, menggantungkan harapannya pada barang barang bekas disekeliling rumahnya, acap kali ia menunggu surutnya gelombang air laut, lalu memilah bahan plastik yang terhanyut dari hempasan gelombang itu.

Saat diwawancarai dengan nada seadanya oleh pewarta Sulsel, Dinda Ne’nang, tersipuh malu dan berkata,

“Boya rong pammali Lappo, katanya Carika dulu pembeli kerupuk”

Itulah kata, acap kali orang bertanya padanya, namun ia tetap tegar menghadapi kehidupannya, hari demi hari. Keras kehidupan ini, tapi baginya sekeras apapun itu ia mampu melaluinya, karena ia senantiasa mensyukuri yang didapatkannya hari ini.

Orang tua, masih ia bersamanya, dan menggantungkan harapannya pada pekerjaan yang ia geluti, ibunya yang seorang rentah, terkadang juga bekerja sebagai kulih Tani dimusim panen itu tiba, yang berlokasi lumayan jauh tempat ia tinggal.

Keadaanlah yang memaksa dirinya untuk berjuang mencukupi untuk belanjanya sendiri, ia bukan idiot, ia tidak stress tapi orang sering panggil ia orang bodoh, namun penulis menilainya ia adalah orang paling pintar, karena ia mampu bertahan menafkahi dirinya sampai detik ini, dengan caranya sendiri.

Perhatian pemerintah yang diharapkan setiap kali Ibundanya berucap disela waktu istirahatnya, dibale bale tempat ia dimana bercengkrama dengan anaknya Dinda Ne’nang, yang kini sudah berusia 30 Tahun lebih.

(DMT/redws)

News Feed