by

Hari Pangan Sedunia, PB HMI : Pemerintah Harus Berbenah

WARTASULSEL.NET – PB (Pengurus Besar) Himpunan Mahasiswa Islam dalam rilisnya menyikapi polemik impor pangan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober tiap tahunnya.

Pemerintah jangan menjadikan ini sebagai kegiatan ceremonial saja, tetapi ini harus dijadikan sebagai moment untuk membenahi sistem ketersediaan pangan kita, karena apabila tidak dibenahi maka sistem pangan kita tidak seimbang dengan pertumbuhan penduduk bangsa Indonesia.

Persoalan pangan bisa menjadi bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu. Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, pemerintah harus segera mencari solusi karena kita dihadapkan pada satu masalah yang besar termasuk salah satunya ialah lahan yang sudah semakin sempit dan perubahan iklim yang tidak menentu. Pemerintah harus mencari teknologi yang baru.

Impor pangan yang dilakukan pemerintah meningkat lebih tajam, ini akan membuat petani kecil akan menutup lahan garapannya karena biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual maka diprediksikan petani akan mengalami kerugian. Pemerintah berdalih bahwa kekurangan stok pangan akan tetapi tidak mempunyai data mengenai ketersediaan stok kebutuhan pangan yang pasti.

Pemerintah harus berbenah untuk melindungi petani dan stok pangan Indonesia. Kedaulatan pangan menjadi satu komponen yang penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Polemik soal impor beras dalam beberapa bulan ini yang terjadi antara Bulog dan Kemendag menjadi salah satu contoh tidak adanya harmonisasi antar sektor di pemerintahan Jokowi-JK, dan pemerintah tidak mempunyai data yang pasti mengenai jumlah stok beras yang ada. Pemerintah harus segera berbenah.

Hadi Rusmanto
Ketua PB HMI
Bidang Ekonomi Pembangunan
Periode 2018-2020

(fandyws)

News Feed