by

Penggeledahan di Kompleks Markas KNPB Timika

Wartasulsel.net,- Timika- Penggeledahan di Kompleks Markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika adalah operasi yang dilakukan oleh team Gabungan anggota Polres Mimika bersama Batalyon 754 dan Ops Nemangkawi, Pada hari Sabtu tanggal 15 September 2018 sekitar pukul 06.45 WIT, (15/09/2018).

Setelah anggota team Polres Mimika mengintrogasi tersangka Ruben Wakla yang ditangkap pada tanggal 10 September 2018 di Bandara Udara Timika dan mengakui semua perbuatannya, selanjutnya team melakukan pengembangan dan penyelidikan di Kompleks Markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika tentang Informasi yang didapat bahwa penyuplai amunisi Ruben Wakla bernama Prada Senat Soll berada didalam Markas KNPB Timika.

Pada hari Sabtu tanggal 15 September 2018 sekitar pukul 06.45 Wit, team Polres Mimika bersama Batalyon 754 dan Ops Nemangkawi berhasil melakukan penggerebekan serta penangkapan kepada kedelapan tersangka yang ada dilokasi beserta barang bukti berupa Senjata api, amunisi, bom dan bom molotov serta beberapa barang bukti lainnya.

Adapun tersangka kepemilikan senjata api ilegal yang di temukan di Markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika diantaranya : Tiberius Gobay, Hiskia Wenda, Harius Elopere, Pais Nasia, Efesus Husage, Nus Asso, Jhon Kosay dan Yakonias Womsimor tersangka yang pernah diamankan tanggal 19 Oktober 2012 terkait kasus bahan peledak di Timika.

Sedangkan barang bukti yang diamankan team Polres Mimika bersama Batalyon 754 dan Ops Nemangkawi antara lain: Senjata api revolver rakitan 1 (terisi 1 butir peluru kaliber 5,56), Amunisi 5,56 (104 Butir), Amunisi Revolver (11 Butir), Amunisi 7,62 AK47 (1 Butir), Bom Molotov rakitan 7 botol, Bendera Bintang Kejora, Dokumen dokumen, Handphone, Laptop, Hardisk, Parang, Panah, Tombak.

Team gabungan Anggota Polres Timika bersama Batalyon 754 dan Ops Nemangkawi masih melakukan pengejaran terhapad tersangka Prada Senat Soll yang tidak ditemukan di Markas KNPB Timika,(CLT/redws).

Comment

Leave a Reply

News Feed