by

BTN Optimis Target Bisnis 2018 Dapat Tercapai

WARTASULSEL.NET, – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN optimistis target perseroan bakal tercapai pada akhir tahun nanti ditopang peluang peningkatan kredit dari relaksasi Loan-to-Value (LTV) dan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), serta penurunan biaya dana dan operasional dari aliran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Adapun target pertumbuhan kredit yang ingin dicapai BTN dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) sebesar 20%.

Direktur Bank BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan, kendati perekonomian nasional terdampak gejolak ekonomi global dan kenaikan suku bunga acuan, namun perseroan tetap optimistis mampu mencapai target bisnis yang ditetapkan sejak awal tahun. Pasalnya, pemerintah dan regulator telah membantu menstimulus sektor properti dengan berbagai kebijakan.

“Dengan berbagai stimulus tersebut, serta kesiapan Bank BTN menggarap berbagai peluang bisnis yang ada, kami meyakini akan tetap mencatatkan realisasi kinerja bisnis sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal tahun,” jelas Iman dalam Konferensi Pers usai Public Expose Bank BTN di Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Iman melanjutkan, optimisme tersebut didukung angka backlog di Indonesia yang masih tinggi. Selain itu, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi opsi utama bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah.

Data Bank Sentral menunjukkan sebagian besar konsumen atau sebanyak 75,21% menggunakan fasilitas KPR untuk membeli properti residensial. Kemudian sebanyak 16,13% memilih membeli hunian dengan skema tunai bertahap dan 8,66% dengan skema tunai.

“Kami pun terus melakukan berbagai inovasi dan transformasi untuk menggarap peluang bisnis yang ada. Bank BTN juga terus menggelar promosi untuk meningkatkan penyaluran kredit perseroan secara keseluruhan terutama KPR,” kata Iman.

Hingga Juli 2018, BTN mencatatkan penyaluran KPR dan Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) sekitar Rp157,55 triliun. Posisi tersebut naik sekitar 22,07% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp129,07 triliun pada Juli 2017. Sementara, data Bank Indonesia mencatat KPR dan KPA industri perbankan nasional hanya tumbuh di level 13,52% (yoy) per Juni 2018.

“Kami meyakini akan terus mencatatkan kinerja positif di atas rata-rata dan mencapai target bisnis pada akhir tahun nanti,” tegas Iman.

Secara keseluruhan, hingga bulan ketujuh tahun ini, kredit dan pembiayaan BTN tumbuh 19,55% (yoy) dari Rp178,58 triliun menjadi sekitar Rp213,5 triliun. Bank BTN pun tercatat menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp188,33 triliun atau naik sekitar 17,27% (yoy) dari Rp160,59 triliun.(Sb.wartaekonomi)

News Feed