by

Kapolda Sulsel Nonjobkan Kapolres Pangkep, Ada Apa?

Wartasulsel.net, – Makassar. Kapolres Pangkep, AKBP Bambang Widjanarko, dilengserkan dari jabatannya berdasarkan Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri Nomor ST/1679/VII/KEP./2018 yang dikeluarkan langsung dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada 6 Juli lalu.

Pasca diganti, Bambang dimutasi ke Polda Sulsel sebagai perwira menengah (Pamen) dan menjalani pemeriksaan. Pencopotan Bambang sontak mengundang perhatian. Pasalnya pencopotan Bambang masih dalam masa-masa pesta Pilkada.

 

Bambang dimutasi ke Polda untuk diproses terkait kasus yang terjadi saat ia menjabat sebagai Kapolres Pangkep. Kasus yang melibatkan Bambang sudah menjadi opini di internal Polres Pangkep.

 

“Untuk mendalami ini harus ditarik karen kalau dipertemukan di sana sudah gak bagus namanya opini sudah terbangun, ini di internal di masyarakat belum, opini di dalam tapi dia sudah gak ada namalah di sana,” ungkap Irjen Pol Umar Septono, Kapolda Sulsel.

 

Umar menyebut dugaan sementara kasus yang melilit Bambang adalah dugaan sering jalan malam dengan staf. Namun dugaan sementara tersebut masih sementara didalami di Polda Sulsel.

 

“Dugaannya ngajak jalan-jalan tapi untuk pendalaman sampai apa kita dalami lagi. Tapi untuk anggota gak pas namanya pemimpin malam jalan sama staf itu bagaimana, kan gak benar itu,” tambah.

 

Meski telah menyebut Bambang diduga kerap makan malam-malam dengan stafnya, Umar mengatakan penyidik masih mendalami apa saja yang dilakukan saat jalan-jalan. Namun, jika terbukti melanggar status, Bambang yang telah dimutasi ke Polda Sulsel sebagai Pamen dalam pemeriksaan, bisa saja disanksi lebih berat.

 

“Melakukan apanya masih pendalaman. Jabatan Pamen Polda dalam pemeriksaan. Kalau misalnya terbukti ada, tindak lanjut lebih tegas lagi,” tambahnya.

 

Penulis/Sumber: Rusdi/redws

News Feed