by

Relawan Bersalam Tuntut PSU Depan Kantor Panwas Pinrang

Wartasulsel.net, – Pinrang. Aliansi relawan Bersalam melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bawaslu Kabupaten Pinrang di jalan A. Pawelloi pada hari Sabtu, 7/07/2018, pukul 13.15 wita.

Aliansi relawan bersalam menuntut agar dilaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Pinrang. Tuntutan ini didasari adanya indikasi pelanggaran penyalahgunaan surat keterangan (SUKET) sebagai pengganti e-KTP pada saat proses pilkada berlangsung 27 Juni 2018 yang lalu. Indikasi pelanggaran yang dimaksud tim paslon no urut satu tersebut adalah penggelembungan suket dari 9.000 yang awalnya disepakati oleh Discapil, KPU dan Panwas menjadi 14.525 berdasarkan temuan di lapangan. Selain itu, suket yang diterbitkan Discapil juga banyak yang ganda serta sebahagian diperuntukkan untuk anak di bawah 17 tahun.

Ditemui selepas dialog dengan Bawaslu, Korlap aksi Solihin mengungkapkan indikasi pelanggaran tersebut berdasarkan temuan teman-teman di lapangan. Oleh karena itu pihaknya meminta kepada Bawaslu kabupaten Pinrang untuk merekomendasikan ke KPU agar dilaksanakan PSU.

Foto: Aksi Demonstrasi Relawan Bersalam Depan Kantor Panwas Pinrang

Dalam dialog yang berlansung santai tersebut, ketua Bawaslu kabupaten Pinrang Ruslan Wadud menyampaikan bahwa persoalan suket itu rananya Discapil bukan penyelenggara pemilu.

“Meskipun terbukti ada pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang oleh pihak Discapil, itu adalah murni tindak pidana hukum dan hal itu bukan wewenang penyelenggara pemilu untuk memutuskan” ungkapnya.

Foto: Perwakilan Aksi Diterima Komisioner Panwas Pinrang

Ketua Bawaslu juga menyampaikan bahwa saat ini sudah tertutup ruang untuk melaksanakan PSU. Karena sesuai PKPU, PSU hanya bisa dilaksanakan sampai batas waktu empat hari setelah pilkada.

 

Sumber: (MIP/CLT)/redws

News Feed