by

SMKs Garudaya Bontonompo Menuju SPW (Sekolah Pencetak Wirausaha)

Wartasulsel.net, – Gowa. Setelah berhasil melaksanakan program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) Batch I, Ditpsmk yang bekerjasama dengan SEAMEO terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di SMK. Oleh sebab itu, SPW Batch II pun dibuka kembali untuk memfasilitasi sekolah dan siswa dalam melakukan kegiatan usaha dengan memanfaatkan media online dan berbasis digital pada berbagai jenis usaha lintas jurusan di SMK.

Ilustrasi

Dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pembinaan siswa SMK yang lebih berkualitas dan mampu menghadapi tantangan masa kini dan masa depan. Dibutuhkan sebuah kecakapan dan ketrampilan yang relevan yaitu kurikulum abad 21,  yang meliputi siswa mampu berkomunikasi dan berkolaborasi, berfikir kritis dan memecahkan permasalahan, serta kreatif dan inovatif. Pada program kewirausahaan melalui kelas model SMK PENCETAK WIRAUSAHA (SPW), siswa SMK diharapkan tidak hanya cakap dalam bidang keahlian tetapi juga mampu mengomunikasikan hasil produk dan jasa kepada pengguna atau pasar dengan terus menyesuaikan perubahan teknologi digital.

Setelah melalui tahapan pendaftaran dari bulan mei sampai juni, terpilihlah 168 SMK (Swasta dan Negeri) dari seluruh indonesia untuk mengikuti presentasi sekolah melalui Video Conference (VICON) dengan pihak Ditpsmk dan SEAMEO. Dari 168 SMK tersebut 2 sekolah dr Provinsi Sulawesi Selatan yaitu SMKN 3 Gowa dan SMKs Garudaya Bontonompo.

SMKs Garudaya Bontonompo mendapatkan giliran presentasi dihari pertama pada sesi 1 di room 1 Vicon, (Selasa, 26-06-2018). Presentasi yang melibatkan guru/mentor/pembimbing SPW dan dihadiri unsur pimpinan sekolah. Prsentasi tersebut merupakan sarana sharing informasi terkait pelaksanaan berbagai kegiatan usaha yang telah dijalankan oleh pihak sekolah, guru dan siswa.

Drs. Muh Yunus mewakil unsur pimpinan mengatakan bahwa program SPW ini sangat bagus bagi sekolah dan siswa, karena dapat memandirikan siswa dalam berusaha bahkan dapat membuka lapangan kerja dilingkungan tempat tinggalnya, sehingga saya berharap pun sekolah kita tidak terpilih dalam mengikuti program SPW ini, tetap kita lanjutkan sesuai dengan kemampuan dan daya dukung sekolah.

Sesi Vicon

Sementara itu Sukmawati, S.Pd salah satu mentor/pembimbing Mapel PKK (Prakarya dan Produk Kweirausahaan) berinisiatif akan terus melanjutkan prorgram ini agar siswa dapat termotivasi untuk melakukan kegiatan usaha skala kecil dan mikro melalui pemanfataan teknologi dan digitalisasi saat ini.

Kami sangat berharap sekolah kami dapat terpilih dalam program SPW ini, mengingat selama ini siswa kami sering mengikuti kegiatan lomba ide wirausaha, ucap Remiwati, S.Pd.

Editor: Abdul Jalil/redws

News Feed