by

Kisah Inspiratif, Janda Penghasil 4 Sarjana

Wartasulsel.net, Gowa – Kuliah bagi sebagian orang merupakan hal yang mustahil. Selain karena faktor biaya, faktor dorongan orang tua pun jadi salah satu faktor penentu. Mengenyam pendidikan tinggi ditengah himpitan ekonomi menjadi hal yang sangat sulit. Namun, tidak bagi sosok perempuan ini.

Usianya sudah 50 tahun namun semangatnya untuk menyekolahkan anak-ankanya hingga perguruan tinggi tidak kalah dengan para orang tua lain di luar sana. Titel janda yang melekat padanya tak mengurungkan sedikitpun niatnya untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya.

Manikkang namanya. Sosok perempuan tangguh tanpa suami, tapi mampu membiayai 4 (empat) orang anaknya hingga sarjana. 2 (dua) orang sarjana bahasa inggris dari Universitas Muhammadiyah Makassar, 1 orang dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan 1 orang dari STAI Ibnu Kaldun Kalimantan Timur.

Prinsip yang dipegang oleh perempuan ini “Pendidikan bagi anak-anakku adalah hal yang paling penting”. Modal pendidikan akan mampu memberikan kesejahteraan bagi mereka kelak.

Sebagai seorang perempuan yang tak memiliki harta, baik dari peninggalan suami, aktivitas kesehariannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya ialah bercocok tanam di kebun. Kebun milik orang lain yang digarap demi mendapatkan rupiah untuk biaya kuliah anak-anaknya dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Bercocok tanam sayur-sayuran, seperti kangkung, daun cemangi, bayam, mentimun dan sayuran lainnya menjadi teman kesehariannya. Tak ada kata letih dan lelah demi pendidikan anak-anaknya.

Tepat hari ini, Kamis, 7-6-2018 anak keempatnya meraih titel sarjana di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar. Perjuangan sosok perempuan yang sangat inspiratif, dimana kondisi yang sama saat ini, masih banyak orang tua mampu dalam hal biaya untuk menyekolahkan anaknya. Tapi mereka tidak peduli dengan kondisi pendidikan anak-anaknya.

Terkadang tetesan keringat dan air mata mengalir tidak sengaja dari balik mata hingga berlinang ke wajahnya, ketika menyaksikan seorang anak diantar oleh kedua orang tuanya (ibu dan bapak) untuk menghadiri prosesi wisuda anaknya. Perempuan mana yang tak gembira melihat anak-anaknya mendapat titel sarjana dibalik perekonomian keluarga yang serba terbatas.

Tapi baginya, yakinlah anak-anakku kelak kalian akan menjadi kebangganku, pesan moral dan motivasi yang terlontar dari mulutnya untuk anak-anaknya. Ibumu ini hanya mampu memberikan titel sarjana, tidak ada yang lain karena harta aku tak punya nak, lanjut pesan dari janda penghasil 4 sarjana ini. (red AJM).

News Feed