by

Kadir Mun’t : Pantaiku Kini Dan Nanti

Wartasulsel.net, – Pantai seharusnya menjadi tempat indah yang perlu dijaga kebersihan dan kelestariannya, namun apa jadinya ketika secara tiba tiba warga membuang sampahnya dibibir pantai dan itu dilakukan setiap hari di Pantai Desa Galesong Kota Dusun Bayowa, 05/2018.

Tingkat kesadaran warga juga sebenarnya tidak bisa dipersalahkan kalau mereka menjadikan Pantai sebagai solusi alternatif membuang sampahnya, kenapa tidak sampai hari ini, tak satupun aturan pelarangan yang disosialisasikan dan dikeluarkan oleh Pemerintah Desa untuk pencegahan membuang sampah kepesisir pantai sehingga masyarakat seenaknya saja membuang sampahnya.

Mereka masih awam dan sedikit kurang faham bahaya serta dampak yang diakibatkan sampah ini, penyakit, bau, abrasi banjir mungkin.

Sangat jelas Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010, tentang perlindungan lingkungan Maritim, UU no. 17 Tahun 1985 tentang pengesahan konvensi PBB tentang Hukum Laut dan UU no. 23 Tahun 1997 tentang pengolahan lingkungan, begitu terpampang di sisih lain tanggul Dibibir Pantai Bayowa Desa Galesong Kota, yang dipasang KKL STIFA angkatan XI yang juga tak dihiraukan bagi Masyarakat, entah, apakah mereka tak melihat atau sengaja dilirik seblah mata ataukah mungkin aturan yang kurang disosialisasikan oleh mereka yang mengaku Pembuat aturan.

Sedih melihat kampung ini, tercemar oleh limbah Plastik, sterafon, daun, maupun limbah sisa makanan warga, kotoran binatang menjadi pemandangan kurang elok bahkan bau menyengat yang kurang sedap dihirup setiap saat.

Kurangnya pemahaman tindakan larangan yang seharusnya senantiasa di suguhkan pemerintah kampung bahkan Daerah bagi warganya, agar mereka sadar sesaat nantinya dan kembali menyadari melestarikan lingkungan alam semesta adalah hal yang wajib kita jaga sama sama.

Sampah memang bukan persoalan bagaimana membalikan telapak tangan itu mudah, namun bagaimana bentuk yang bisa kita lakukan bersama agar persoalan sampah Daerah bisa sedikit kita fikirkan bersama duduk berama, sambil ngopi lalu kita lupakan, nyatanya Tidak.

Saya menulis artikel ini, karena saya merasa sedih sendiri hanya mampu mencegah istri dan anak saya untuk membuang sampah akhirnya dibibir pantai, saya bahkan hanya bisa memandangi sambil, merasa sedih dan berprasangka andai kata, umpamanya dan bahkan berfikir sebatang kara seketika menginjakkan kaki dipantai Dusun Bayowa dimana saya dulu dan teman lain, menghabiskan waktu bermain, mandi laut bahkan tak menghiraukan waktu berjam jam karena keasikan.

Saya tak mau menyalahkan siapalagi, kalo saya juga tak berdaya, saya hanya mampu menulis sebuah topik lalu kita bahas bareng bareng lalu itu kita lupakan, itu saja bagi saya sudah cukup.

Firgiawan Listanto, Iwan Fals dalam sebuah lirik lagunya.

” Lestarikan alam Hanya Celoteh belaka, oh mengapa ”

Inilah celotehku juga, karena saya prihatin pada lingkungan alamku yang Tuhan titip pada kita Hamba-Nya.

Pantai Bayowa pigi pagi.(Oleh: Kadir Munt)