by

Digitalisasi Industri, Pondasi Karakter Manusia Era 4.0 (Refleksi Hari Kebangkitan Nasional)

Wartasulsel.net, – Era revolusi indsutri 4.0 merubah peradaban dan paradigm baru dikalangan pengguna teknologi dan digitalisasi. Era dimana dunia berada dalam gengaman teknologi digital. Era ini akan menggantikan fungsi dan peran manusia. Kualitas manusia yang kalah dengan perkembangan teknologi digital perlahan akan tergusur. Maka peningkatan kualitas manusia seutuhnya menjadi keharusan yang tak bisa dihindarkan.

Penyiapan sumber daya manusia lewat ruang-ruang pendidikan tidak lagi dari aspek manual. Pendidikan yang memakai paradigma lama dengan sendirinya akan tertinggal. Maka dari itu pemanfaatan teknologi digital dalam menyongsong perkembangan tersebut. Pendidikan sebagai salah satu penghasil sumber daya manusia dituntut untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi lulusannya. Setiap jenjang pendidikan sebagai pemasok dan pencetak sumber daya manusia dibekali dengan kemampuan untuk menguasai era digital. Ketidakmampuan lulusan dalam mengoperasikan dan mengimplementasikan teknologi digital, maka mereka ketinggalan dan kalah bersaing (kurang kompetitif) didunia industri saat ini.

Era revolusi industry 4.0 telah melahirkan fenomena distruptive innovation yaitu suatu inovasi yang dapat merusak atau menggangu pasar yang sudah ada kemudian menggantikannya dengan pasar baru (Muhammad Ahsin Rifai). Fenomena yang tentunya tidak boleh dianggap sepele oleh manusia. Perkembangan dan pemanfaatan teknologi digital. Era digital dianggap merubah paradigma kegiatan ekonomi secara digital (digital economy). Industri yang tidak memanfaatkan teknologi akan jauh tertinggal dari persaingan bahkan bisa collapse.

Ragam inovasi digital akibat era ini bermunculan hingga tak bisa dibendung. Antisipasi pun dilakukan dengan berbagai model dan cara dari kalangan pelaku industri. Hal ini dilakukan agar mereka masih mampu bersaing dengan perkembangan teknologi digital tersebut. Era ini merembah kesemua lini dan sektor kehidupan masyarakat saat ini. Smartphone dan android menjadi fenomena unik dari era revolusi industri 4.0.

Bergesernya kegiatan industri dari kegiatan manual dan beralih ke teknologi digital, mendorong dan mewajibkan dunia pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan era saat ini. Tantangan yang semakin kompleks pun dihadapi institusi pendidikan untuk mampu menghasilkan kualitas manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Pemanfaatan dan penggunaan teknologi dalam kegiatan pendidikan bukan lagi tahap sosialisasi, namun lebih kearah implementasi dengan kualitas mumpuni. Pendidikan berbasis digital dengan mengkombinasikan teknologi informasi, smartphone, media dan komunikasi menentukan keberhasilan lulusan yang melek teknologi dan berkualitas.

Paradigma pendidikan baru berbasis teknologi digital harus dibarengi dengan karakter yang berperan sebagai penyeimbang. Model dan strategi pembelajaran melalui tatap muka sudah harus dikurangi agar pemanfaatan teknologi digital maksimal digunakan dalam kegiatan pembelaaran. Teknologi digital akan memodifikasi proses pembelajaran dengan konsep pembelajaran system online dan digital learning (pembelajaran digital). Kurikulum menjadi salah media untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia berbasis industri digital, namun tetap memiliki ciri keindonesiaan (karakter Indonesia). Sinkronisasi pemanfaatan teknologi digital, konsep wirausaha berbasis industri dan penguatan karakter dalam kegiatan pendidikan menjadi cerminan persaingan global di era industri 4.0.

Karakter tidak dibentuk dengan membalikkan telapak tangan. Karakter berproses dari pemodelan, pembudayaan hingga pembentukan proses pendidikan di ruang-ruang kelas. Pembudayaan karakter kebangsaan di dunia pendidikan akan menjadi receiver (penyaring) positif pemanfaatan teknologi digital. Proses mewujudkan inovasi pembelajaran karakter, dilakukan melalui strukturisasi pembelajaran terintegrasi berbasis digital. Martin Luther King We must remember that inteligence is not enough. Intelligence plus character  that is goal of true education.  Sekolah tidak cukup membuat anak pintar saja, pintar plus karakter merupakan tujuan pendidikan yang sebenarnya.

Foto : Abdul Jalil, S.Pd, Owner Taman Baca Masyarakat (TBM) KERTAS PENA Campagaya

Sumber daya manusia yang menguasai teknologi digital saat ini menjadi pilihan utama bagi para pelaku industri. Hal ini didasari atas persaingan industri yang semakin pesat khususnya penggunaan teknologi digital. Namun pelaku industri juga menyadari bahwa pemanfaatan teknologi digital harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia berkarakter. Kondisi ini terjadi karena pelayanan prima tetap menjadi garda terdepan dalam kegiatan bisnis (ekonomi) ditengah peran teknologi digital yang pesat.

Tantangan era industri 4.0 ini menjadi dasar peningkatan kualitas sumber daya manusia paham teknologi digital dan menjaga karakternya. Pemerintah memiliki peran penting dalam mewujudkan hal ini, dimulai dari kesiapan dunia pendidikan dalam menyambut dan melaksanakan era digital. Disisi lain masyarakat dihimbau agar memanfaatkan teknologi digital secara arif dan bijaksana sesuai dengan budaya dan karakter bangsa. (Abdul Jalil, S.Pd, Owner Taman Baca Masyarakat (TBM) KERTAS PENA Campagaya).

News Feed