by

Pesan Religi : SIAP I’TIKAF

Wartasulsel. Net,  – I’tikaf adalah berdiam diri di mesjid. Secara sederhana apabila ada seseorang yang setelah shalat berniat duduk di mesjid sebentar sambil membaca atau menghapal Al-Qur’an atau seorang yang menunggu waktu shalat berikutnya itu sdh termasuk i’tikaf. Namun, i’tikaf selama sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah ibadah yang tidak pernah ditinggalkan rasulullah dalam hidupnya.

Melakukan i’tikaf berarti menjauhkan diri dari berbagai kesibukan dunia dan berniat utk mendekatkan diri kepada Maha Pencipta. Apalagi sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki jaminan turunnya malam Laitul Qadri yang lbh baik dari seribu bulan. Memang ujian banyak datang di waktu ini. Mesjid bertambah kosong tapi pasar atau mall semakin ramai. Sepertinya sebagian masyarakat sdh bosan beribadah di akhir2 Ramadhan.

Allah menghendaki hamba-Nya memanfaatkan Ramadhan dengan baik. Sepuluh hari terakhir seharusmya merupakan puncak-puncak ibadah seorang muslim. Janji Allah yang begitu tinggi dalam bulan mulia tentu harus dapat memotivasi setiap hamba utk tertarik tinggal di mesjid dan hanya ingat akhirat.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Fii buyuutin adzinallaahu an turfa’a wayudzkara fiihas muhuu yusayyihu lahuu fiihaa bilghuduwwi wal aashaal (QS An-Nuur 24:36). Artinya: Di rumah-rumah (mesjid) yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut naman-Nya di sana bertasbih (mensucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang.

SIAPKANLAH DIRIMU UNTUK I’TIKAF SELAMA SEPULUH HARI TERAKHIR RAMADHAN.(Veni Hadju)