by

3 Narsum Utama Dihadirkan Panwascam Galesong Saat Gelar Sosialisasi Pilkada 2018

WARTASULSEL.NET, – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Galesong menggelar sosialisasi dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Tahun 2018.

Kegiatan berlangsung di Aula Balai Budidaya Air Payau, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar ini, dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai stakeholder yang ada di Galesong, (6/5/2018).

Sosialisasi yang digelar oleh Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Galesong mengambil tema, “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”, yang tujuan untuk menciptakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2018 yang aman dan damai terkhusus di Galesong.

Dihadiri oleh ketiga narasumber dengan waktu dan sesi berbeda, diantaranya narasumber pertama yakni Koordinator Devisi Penindakan Pelanggaran, Syaifuddin S.H.,

Disusul narasumber kedua Ketua Panwaslu Takalar Ibrahim Salim, S.S., dan narasumber ketiga Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Nellyati, S.Hum.

Hadir Kepala Kecamatan Galesong, Drs. Syahriar, M.Ap, turut pula hadir sebagai peserta sosialisasi, yakni Panwaslu Desa/Kelurahan Kecamatan Galesong, dan beberapa perwakilan LO Paslon Gubernur Sulsel tingkat Kecamatan Galesong. Hadir juga para Tokoh ormas, LSM, OKP, kasat Intel Polsek Galesong.

Ketua Panwaslu Kabupaten Takalar, Ibrahim Salim, S.S. dalam kesempatannya sebagai narasumber menyampaikan bahwa, kegiatan yang dilaksanakan Panwaslu Kecamatan Galesong ini adalah untuk memudahkan melakukan sosialisasi dalam pengawasan pemilihan umum, dan gambaran secara umum bentuk pengawasan Panwaslu ini Saya jelaskan pada kesempatan itu kemarin, terang Ibrahim.

Lanjutnya lagi, bahwa dalam melakukan pengawasan, kita tidak boleh hanya mengandalkan panwas yang secara kuantitas jumlahnya sedikit dibandingkan jumlah yang akan diawasi, tetapi semua unsur harus terlibat terutama masyarakat,” ungkapnya

Sementara, Koordinator Devisi Penindakan Pelanggaran, Syaifuddin,S.H., menuturkan bahwa, “Apabila ada ASN yang melanggar maka diberikan ke Komisi Aparatur Negara, Panwas tidak berhak menghukum atau memberikan kewenangan kepada ASN. Kalau ada pelapor, silahkan membawa saksi dan bukti agar selesai dalam 2×24 jam,” jelasnya.

Narasumber ketiga yang merupakan Koordinator Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Nellyati, S.Hum, juga menambahkan bahwa dalam penanganan pelanggaran ada dua, yaitu temuan dan laporan.

Temuan pelanggaran pemilu itu merupakan hasil pengawasan aktif Bawaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten, Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa, dan pengawas TPS. Sedangkan Laporan itu adalah laporan langsung WNI yang mempunyai hak pilih,” jelasnya.

Ketua Panwaslu Kecamatan Galesong, Herman Sijaya menyampaikan selain ucapan rasa terima kasih kepada semua pihak atau elemen yang telah hadir, juga berharap output dari kegiatan tersebut. Dan stakeholder menyampaikan kepada masyarakat agar mendapatkan informasi-informasi penting terkait pengawasan dan pelanggaran pilkada. Sehingga upaya pencegahan dini dapat diminimalisir semaksimal mungkin.”, ungkap Ketua Panwascam Galesong

Harapan dari sosialisasi ini pihak Panwascam Galesong berharap kita lebih meningkatkan sinergitas dalam rangka melakukan pengawasan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2018.” tutupnya.(*)