by

Korban Tabrak Lari, Ternyata Seorang Guru SMP Di Galesong Utara

Takalar, Wartasulsel.net, – Satuan lantas Polres Takalar dibantu tim buser Polsekta Galesong Utara Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan berhasil mengamankan pelaku tabrak lari diporos jalan raya dusun tamasongo desa bontosunggu kecamatan galesong utara , Sabtu 24 Maret 2018.

Pengemudi kendaraan roda empat yang dikemudikan seorang perempuan bernama Irma Rahmadani yang beralamat dikelurahan Parrisi Kecamatan Patalassang Kabupaten Takalar mengemudi dengan kecepatan tinggi langsung menabrak dari belakang sebuah pengendara Motor (kendaraan roda dua).

Pengendara motor pun terlempar jauh sekitar 10 meter jauhnya. Korban pun langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis dibantu oleh warga.

Korban yang bernama Rohani,S.Pd beralamat di dusun Pallalakang Desa Pallalakang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar ini diketahui seorang Guru Sekolah di SMP daerah Galesong Utara, Takalar yang mengalami luka serius dibagian pelipis kiri dan pada bagian kepala mengalami luka sobek. Pada bagian punggung pun mengalami luka lecet akibat terpental dan terseret oleh mobil pelaku.

Diketahui pengemudi tabrak lari ini adalah anak dari seorang pengusaha toko swalayan terbesar yang ada di Takalar yaitu Berdikari.

Pelaku diduga menyetir mobil dalam keadaan mabuk sehingga pelaku menabrak seorang pengendara motor.

Pelaku yang mengendarai mobil merk toyota camry dengan nomor plat DD 324 CC ini melaju dari arah selatan menuju Makassar pada malam hari.

Kemudian korban yang mengendarai motor menuju pulang dari arah berlawanan ditabrak secara keras hingga terpental sejauh sepuluh meter.

Kanit Laka Lantas Polres Takalar, Iptu Andi Aldiansyah, mengungkapkan bahwa Pelaku mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi hingga tidak mampu mengendalikan dan akhirnya menabrak sepeda motor yang kemudian pelaku melarikan diri.

Saat ini polisi mengamankan supir dan mobil serta motor korban ke unit laka lantas untuk penyidikan lebih lanjut. Dari kejadian ini, pelaku terancam dikenakan pasal 310 dengan ancaman 5 tahun penjara.(*sb.kabarmakassar/red ws).

News Feed