by

Warga Asal Malang Ini Cuci Tangan Dan Muka Di “Bungung Baraniya” Galesong

Takalar, Wartasulsel.net, – Maraknya dan menjadi topik hangatnya saat ini terkait usulan I Mannindori/I Manninrori I Kare Tojeng “Karaeng Galesong” menjadi Pahlawan Nasional memicu Peneliti asal Malang ini datang Ke Galesong.

Peneliti dan pemerhati Budaya ini yang juga merupakan kandidat Doktor UNS pada 19/3 lalu, mendatangi rumah salah satu warga Rajab Daeng Nappa di Dusun Bayowa, Galesong-Takalar dan dihadiri sejumlah pemuda Galesong serta Tokoh Agama di Galesong.

Diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, diskusi singkat itupun dilanjutkan yang dipandu oleh Ustad Sirajuddin saat itu.

Ika Fariha asal Malang ini, kemudian dalam diskusinya mengungkapkan bahwa perlu ada lembaga yang fokus meriset tentang I Mannindori atau ada yang mengatakan I Manninrori I Kare Tojeng, harapnya.

Foto : Suasana saat diskusi yang terjadi di Rumah Kediaman Rajab Daeng Nappa.

Dalam diskusi itu juga diulas sedikit terkait sejarah dulu, bahwa sebelum pasukan Karaeng Galesong berangkat dengan 7.000 orang laskar dengan menggunakan 800 kapal, kemudian pasukan mempersiapkan diri dengan tahbiskan air ke tangan para pasukan dari air “Bungung Baraniya” (dalam bahasa Indonesia “Sumur Sang Pemberani”).

Tak hanya itu, bahkan para pasukan Karaeng Galesong saat itu juga mentahbiskan (siram air) ke semua senjata-senjatanya seperti tombak, badik dan lainnya  yang akan dibawa pergi.

Keesokan harinya, Ika Fariha pun didampingi oleh Sirajuddin kemudian mendatangi “Bungung Baraniya” dengan memulai mencuci tangan lalu dilanjutkan dengan mencuci mukanya, ini dilakukan menurutnya karena rasa kebanggaan memiliki Tokoh hebat seperti “Karaeng Galesong” ini. Diakhir kata, berharap Gelar Kepahlawanan Nasional itu bisa disematkan ke Beliau, tutur Ika Fariha.(*)