by

Pelatihan HACCP Bagi Penanggung Jawab Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Pada UPI Sulsel

Makassar, Wartasulsel.net, – Propinsi Sulawesi Selatan merupakan propinsi yang memiliki potensi perikanan laut dan payau cukup besar. Potensi yang cukup besar tersebut membawa posisi Sulawesi Selatan sebagai pintu ekspor perikanan di wilayah timur Indonesia. Pelaku usaha perikanan melihat peluang ini dengan membangun Unit Pengolahan Ikan (UPI) untuk mengolah produk perikanan yang dihasilkan menjadi bernilai ekonomi tinggi. Produk yang dihasilkan harus bermutu, aman dikonsumsi dan sehat sesuai dengan standar internasional.

Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mempunyai peran strategis sebagai ujung tombak dalam upaya pembangunan sistem dan usaha perikanan sebagai instrumen perlindungan sumberdaya hayati ikan dan akses perdagangan bagi produk perikanan.

Tugas Balai Besar KIPM Makassar salah satunya adalah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada UPI di Sulawesi Selatan serta meningkatkan kompetensi Quality Control (QC). Selain itu,  BKIPM Makassar bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha perikanan berusaha untuk selalu memenuhi permintaan pasar, khususnya pasar internasional. Masing-masing negara importir memiliki standar dan prosedur ekspor sendiri.

Berdasarkan data statistik, Sulawesi Selatan memiliki 86 Unit Pengolahan Ikan/Unit Pengolahan Rumput Laut dan pada tahun 2017 telah diterbitkan 298 sertifikat HACCP dan 8.532 sertifikat kesehatan mutu. Selain itu, berdasarkan data terakhir pada Pusat Pengendalian Mutu BKIPM,  Indonesia memiliki 731 Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang memenuhi persyaratan dan 2.452 produk yang dijamin mutu dan keamanannya melalui sertifikasi HACCP pada tahun 2017.

Kepala Badan Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Rina menyatakan sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2015 tentang “Sistem Jaminan Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Serta Peningkatan Nilai Tambah Produk Hasil Perikanan” bahwa pengendalian terhadap mutu dan keamanan hasil perikanan harus dipastikan pada semua rantai produksi sejak dari hulu (dalam hal ini produsen primer termasuk didalamnya nelayan, pemasok dan supplier) sampai ke hilir (dalam hal ini termasuk penanganan di Unit Pengolahan Ikan).

Sebagaimana diketahui, keamanan produk perikanan merupakan permasalahan pangan saat ini, dimana kasus keracunan pangan dan kontaminasi bakteri patogen merupakan isu utama di negara mitra. Keamanan pangan merupakan faktor utama perlunya penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) di UPI. Pelatihan HACCP lingkup UPI Sulawesi Selatan merupakan inisiasi Balai Besar KIPM Makassar bersama pelaku usaha untuk meningkatkan kompetensi dan skill Quality Control (QC) dalam pengawasan mutu dan keamanan produk perikanan yang diekspor. Berlangsung dari tanggal 20 hingga 23 maret 2018.

Pelatihan ini juga memberikan informasi tentang kemunduran mutu ikan, jaminan mutu produk perikanan dan pembuatan manual HACCP. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM di Unit Pengolahan Ikan dalam rangka memberikan jaminan terhadap produk perikanan yang dihasilkan UPI sehingga aman dikonsumsi dan bernilai ekonomis tinggi.

Selain kegiatan mutu dan keamanan hasil perikanan, Balai Besar KIPM Makassar juga fokus pada kegiatan pengujian destructive fishing dalam rangka mendukung visi KKP yaitu kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.

Kegiatan Pelatihan HACCP ini dibuka oleh Kepala BKIPM, dr. Rina dan diikuti oleh 65 orang peserta dengan rincian yaitu  49 orang peserta dari UPI/UPRL kota Makassar, 2 orang peserta dari Karawang, 1 orang peserta dari Kendari, 1 orang peserta dari Baubau, 2 orang peserta dari Tarakan, 5 orang peserta dari Balikpapan, 1 orang peserta dari Denpasar, 1 orang peserta dari Banjarmasin dan 3 orang peserta dari BKIPM Makassar. Hadir pada pembukaan kegiatan antara lain kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sulawesi Selatan, Ketua Formikan Wilayah Sulawesi Selatan dan Ketua HNSI Kota Makassar.(*)

News Feed